| Kamis, 27 Januari 2005 | OLAHRAGA |
Hanafing Perkuat Lini BelakangKUDUS- Persiku Kudus yang disiapkan untuk terjun ke kompetisi Divisi II Nasional, terus berbenah dan berusaha menutup kekurangan-kekurangannya. Lini belakang, dinilai pelatih Persiku Hanafing merupakan sektor yang paling rapuh dan mendesak untuk dibenahi agar penampilan tim bisa solid. Baik Hanafing maupun Manajer Tim Ir HM Tamzil mengakui, dari beberapa uji coba yang dilakukan, lini belakang tampak paling rapuh. ''Untuk lini depan sudah lumayan. Tapi lini belakang termasuk penjaga gawang perlu pembenahan,'' jelas Hanafing, kemarin. Kehadiran Bambang Harsoyo dan Agus Santiko diharapkan dapat mempertajam lini depan, sementara lini belakang Cuncun Sulistyo masih dianggap layak menjadi salah satu tumpuan. Masalahnya, faktor usia membuat Cuncun kemungkinan kedodoran jika harus turun selama 90 menit penuh. Tamzil juga menyinggung masalah fisik pemain. ''Saya berharap ada perbaikan fisik pemain, sehingga mereka mampu main 90 menit dan tidak kedodoran,'' ujarnya. Bukan Ukuran Meski hasil uji coba bukan ukuran kemampuan, setidaknya Hanafing dapat melihat kekurangan tim yang sedang dibentuknya. Hal ini dapat dilihat dengan masih terbukanya kesempatan bagi pemain baru yang ingin bergabung. Sampai kemarin, tercatat ada beberapa pemain yang ingin bergabung. Di antaranya, Mulyadi (Persiraja), Muamar (PSJS), Yusdianto ( PSBL Langsa) yang semuanya menempati posisi belakang. Dua pemain lainnya yang ingin bergabung adalah Iswadi (bek sayap) asal PSJS dan M Rizal (gelandang) asal Persijap Jepara. Meski masih kurang pemain, Hanafing tetap mencoret pemain yang dinilainya tidak layak. Penjaga gawang Dicky Fajar didepak karena permainannya tidak berkembang. Dalam beberapa kali penampilannya, Dicky sering melakukan blunder dan emosinya kurang terkontrol. Pelatih juga mencoret Abdul Karim asal Persekaba Badung, yang selama ini menempati posisi belakang. (P7-77) |