| Kamis, 27 Januari 2005 | OLAHRAGA |
Bosco Cabral Ditunggu Hingga Awal FebruariJEPARA- Agar tidak mengganggu program latihan, manajemen memberikan batas waktu perburuan pemain belakang hingga awal Februari mendatang. Dua pemain yang saat ini masih dalam penantian adalah stoper dari PSPS Pekanbaru, Joao Bosco Cabral, dan bek Persipura, Edward Isir. ''Kami masih bersabar menanti keduanya hingga awal Februari. Jika terlalu lama, kami khawatir akan mengganggu program latihan,'' tegas Setiyono, manajer tim Persijap, sore kemarin. Untuk Cabral, awalnya direncanakan Rabu (25/1) bisa datang mengikuti latihan di Stadion Kamal Djunaidi. Namun, hingga sore kemarin bek asal Timor Leste ini belum tampak. Diperoleh kabar dari striker Miro Baldo Bento yang juga asal Timor Leste bahwa Cabral akan datang. Tapi, kapten tim ini belum bisa memastikan kapan kedatangan Cabral ke Jepara. Setiyono sendiri juga belum tahu pasti kapan kepastian datangnya pemain itu. Yang jelas dia masih menunggu, karena sebelumnya manajemen telah menghubungi Cabral dan rencananya 25 Januari lalu akan datang. Sementara itu, Edward Isir yang sempat membuat manajemen tidak berharap lagi karena susah dihubungi, kemarin memberi kabar bahwa Senin (31/1) depan akan datang ke Jepara. Kabar itu disampaikan oleh gelandang serang Sonny Paparra yang semula satu tim dengan Edward di Persipura pada kompetisi 2004 lalu. ''Senin (31/1) depan dia akan datang,'' kata Sonny singkat usai mengikuti latihan kemarin di Stadion Kamal Djunaidi. Sedangkan Kasyadi, mantan stoper PKT Bontang sudah tiga hari ini mengikuti latihan. Pemain berusia 25 tahun asal Malang ini kemarin mengaku cocok bermain di tim Persijap. ''Saya semakin mantap di Persijap,'' katanya. Tapi, manajemen belum menentukan status pemain dengan tinggi badan 175 cm dan berat 65 kg ini. ''Kami belum memutuskan,'' kata Setiyono. Keltjes menyerahkan status Kasyadi kepada manajemen. Secara tehnik Kasyadi cukup bagus. ''Saya OK. Secara teknik dia bagus, tapi terserah manajemen karena masih menunggu pemain lain,'' katanya. Setelah latih tanding melawan Persiwa Wamena dengan skor 1-1, Sabtu (22/1) lalu, Keltjes memberikan catatan tersendiri soal masih lemahnya koordinasi lini belakang. Menghadapi lawan dengan karakter serangan balik cepat seperi Persiwa, diperlukan koordinasi dan komunikasi pemain belakang yang rapi. (mds-77) |