| Kamis, 27 Januari 2005 | OLAHRAGA |
Djarum Tekuk PB Surya Baja 4-1YOGYAKARTA -Setelah sehari sebelumnya Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum Kudus kandaskan PB Hasrat Sulawesi Tenggara dengan sekor cukup telak 5-0, giliran Rabo (26/1) kemarin PB Djarum tekuk PB Surya Baja Jawa Timur 4-1 pada kejuaraan nasional (Kejurnas) Djarum Super 2005 di GOR Amongrogo, Yogyakarta. Sedangkan pada nomor perorangan taruna, tunggal putra dan tunggal putri maupun ganda putra asal Jawa Tengah yang bertanding di GOR AMP YKPN Sleman, berhasil mengalahkan lawan-lawannya sekaligus maju ke babak berikutnya. Sedikitnya di tungal putra Jateng masih menempatkan lima pemain, tunggal putri menempatkan 6 pemain dan ganda putra 3 pemain. Pada nomor beregu campuran Djarum yang menurunkan Maria Kristin, Ariyuli, Purwati, Rintan, Rian S, Jonathan, M Rizal, dan Lelyana. Sedangkan PB Surya Baja Jawa Timur, menurunkan Rully, Sigit Wahyudi, Dora, Irine, Ricky, Setyo, Nadib dan Dora, harus mengakui ketangguhan PB Djarum Kudus. Pada partai tunggal Djarum menurunkan Maria Kristin yang berhasil mengalahkan Rully 11-6, 11-3. Sedangkan pada tunggal kedua, Ari Yuli W harus mengakui ketangguhan Sigit Wahyudi setelah ditumbangkan 5-15, 13-15. Pada nomor ganda putri Purwati yang berpasangan dengan Rintan, berhasil menjinakkan permainan Dora/Irine 15-2, 15-7. Sementara pada nomor ganda putra Rian S/Jonathan berhasil kandaskan Ricky/Setyo 15-4, 15-9. Sedangkan pada nomor campuran pasangan M Rizal/Lelyana berhasil menjinakkan permainan Nadib/Dora 15-2, 15-6. Dengan kemenangan yang diraih ini, maka makin memuluskan PB Djarum Kudus untuk maju ke bebak berikut. Apabila pada hari ketiga, Maria Kristin dan kawan-kawan kembali menang dipastikan maju ke babak perempatfinal. Menang Mudah Sementara pada nomor taruna putra Andre Kurniawan dari Jateng, berhasil menang mudah atas Taufik dari NTB 15-2, 15-4. Sedangkan Wisnu Haryo Putro mengalahkan Tanjung P (DIY) 15-8, 15-4. Keberhasilan yang sama juga diraih Andreas yang menjinakkan Hendra Kurniawan 15-4, 15-2. Selain itu, Agung Susilo juga berhasil menang mudah atas Teguh Siswanto dari Jawa Timur 15-8, 15-13. Sedangkan kebahagian yang sama juga dialami Didik P yang berhasil mengandaskan Aswan Wawan dari Sulawesi Selatan 15-0, 15-2. Tetapi sayang, keberhasilan ini tidak diikuti Rezandra Putra yang ditumbangkan Sakti Kusuma dari Jawa Barat 6-15, 3-15. Sementara pada tunggal putri Dian Ayu (Jateng) masih terus melaju, setelah kemarin kandaskan Putu Diah 11-2, 11-4. Imme (Jateng) juga berhasil menang mudah atas Noviyanti (Kalimantan Timur) 11-1, 11-0. Selain itu, Syilvina K (Jateng) juga berhasil menang mudah atas Yuni Susilowati (Kalimantan Selatan) 11-0, 11-1. Wiwis Meilyana (Jateng) juga berhasil menang mudah atas Sintia (Banten) 11-1, 11-8. Rosaria Yusfin (Jateng) juga berhasil menang mudah atas Stefany Yosef (Sulawesi Selatan) 11-1, 11-7. Lebih spektakuler lagi kemenangan yang diraih Maria Elvira (Jateng) atas Suhartati (NTB) dengan sekor 11-0 dan 11-0. SGS ke Perempatfinal Klub asal Bandung yang difavoritkan menjaid juara, SGS Elektrik memastikan tempat di perempatfinal, setelah menjuarai Pool A dengan meraih tiga kemenangan dari tiga pertandingan. Pada pertandingan ketiga SGS yang tampil dengan kekuatan penuh termasuk peraih medali emas Olimpiade 2004 Taufik Hidayat menang telak 5-0 atas Klub Pancing Sembada Yogyakarta. Pada dua pertandingan sebelumnya, SGS juga meraih kemenangan penuh 5-0 masing-masing atas Agape Jakarta dan Warna Agung NTB. Pasangan campuran Flandy Limpele/Lita Nurlita membukukan angka pertama bagi SGS setelah dengan mudah mengalahkan pasangaan Indra/Eni 15-4, 15-1. Kemenangan berikutnya diraih mantan pemain pelatnas Yuli Marfuah yang menundukkan Intan 11-1, 11-2. Pada partai ketiga yang menampilkan juara Olimpiade Taufik Hidayat melawan Kabul Widodo, pertandingan cukup menarik perhatian penonton terutama saat pemain asal Sleman berhasil memimpin 3-0 di awal set pertama. Sayangnya ia hanya mampu mempertahankan keunggulannya hingga 5-4, karena setelah itu Taufik seperti tidak terbendung lagi. Saat ditemui seusai bertanding, Kabul Widodo mengaku bangga mendapat kesempatan bertanding melawan pemain terbaik dunia, Taufik Hidayat. "Saya bangga bisa mencoba main dengan pemain terbaik dunia," ujarnya. Mahasiswa semester empat jurusan ilmu kepelatihan Universitas Negeri Yogyakarta tersebut mengaku bermain lepas tanpa beban. (sgt,ant-57) |