logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 27 Januari 2005 WACANA
Line

Surat Pembaca

Tanggapan untuk Sdr Tri Daryatmo

Menanggapi tulisan Sdr Tri Daryatmo Jl Dr Suratmo RT 3/RW 5 Semarang, tentang CPNS Kota Semarang kami sampaikan penjelasan sbb: Penerimaan CPNS Tahun Anggaran 2004 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pemkot/Kab hanya memfasilitasi pendaftaran dan penyelenggaraan tes.

Sedang pengadaan/penggandaan soal/biodata sampai pemeriksaan LJK/biodata dilaksanakan oleh Tim Kerja Kepegawaian (TKK) Pusat. Dalam hal ini untuk Pemkot/Kab se-Jateng dilaksanakan oleh Pemprov Jateng.

Untuk Tenaga Kependidikan dan Tenaga Kesehatan, jauh sebelum pendaftaran telah ada pedoman kode nomor peserta. Namun untuk Tenaga Teknis lainnya s.d pendaftaran belum ada kode nomornya. Untuk itu Pemprov dan Pemkot/Kab menyepakati penomoran tiap formasi dimulai dari nomor yang terkecil sebanyak 7 digit.

Pemeriksaan LJK oleh TKK pusat secara teknis terdapat kesulitan untuk beberapa kabupaten/kota karena ada beberapa nomor yang sama. Karenanya tanggal 23 Desember 2004 diadakan kesepakatan antara TKK Pusat, sub tim Prov Jateng dan sub tim kabupaten/kota untuk diadakan perubahan nomor peserta secara unique agar dapat diolah komputer dan dituangkan dalam Berita Acara.

Perubahan tersebut telah diberitahukan kepada seluruh peserta tes lewat pengumuman tanggal 27 Desember 2004 no 811.1/12/2004, yaitu untuk Tenaga Teknis lainnya terdapat perubahan nomor peserta. Bagi peserta tes yang lulus, yang perlu diperhatikan adalah nama dan tanggal lahir. Bila belum jelas dapat menghubungi BKD Kota Semarang Jl Pemuda 146-148 Semarang Lt V.

Sekda Kota Semarang
Drs Saman Kadarisman

***

Tanggapan PT Star Telekom Indonesia

Kami menanggapi Surat Pembaca 29 Desember 2004 atas nama Sdr Mukaeni dan 16 Januari 2005 dari Sdr Wahyu Hidayat. Yang pertama soal HP yang dikirim ke Jakarta tanpa konfirmasi lebih dulu ke konsumen, prosedurnya memang demikian,

HP yang tidak dapat diselesaikan di cabang Service Center Semarang memang harus dikirim ke Jakarta untuk mendapatkan perbaikan. Permasalahan tidak konfirmasi ke konsumen, memang bukan kewajiban kami sebab segala macam cara untuk perbaikan HP garansi adalah hak PT. Star Telekom Indonesia.

Tentang kerahasiaan ketika konsumen mau menanyakan nomor telepon service center pusat Jakarta adalah tidak benar. Kami transparan terhadap konsumen yang ingin mengetahui atau mengecek kondisi HP-nya.

Tentang HP Sdr Wahyu Hidayat, pihak PT Star Telekom Indonesia tidak pernah mau mempermainkan konsumen. Kepada yang bersangkutan kami sudah berkali-kali menjelaskan bahwa Service Center cabang Semarang tutup pukul 17.30 WIB dan bagian penjualan tutup pukul 19.00 WIB.

Tetapi Anda datang melewati jam tersebut, apakah ini dikatakan pihak kami mempermainkan Anda. Mohon maaf bila kami tidak bisa melayani konsumen melewati jam yang telah ditentukan.

Nanang Kri Cahyono
PT Star Telekom Indonesia
Plasa Simpanglima Lt I/167 Semarang

***

Nama Hampir Sama Saya Dirugikan

Menanggapi Surat Pembaca 5 Januari 2005 berjudul : ''BPR-BKK Bumiayu'' atas nama Much Badjuri Bumiayu Brebes, saya punya nama hampir sama dengan si pengirim surat. Saya merasa dirugikan, padahal tidak pernah mengirimkan surat keluhan. Sebagai menjadi debitur di BPR BKK Bumiayu mulai 1 Januari 2003.

Surat Pembaca tersebut menjadi beban moral bagi saya dan dengan penuh kesadaran saya mendatangi direktur BPR BKK Bumiayu untuk klarifikasi. Untuk penulis yang namanya hampir sama dengan saya agar menyadari, karena menyakitkan orang lain dan meminta maaf kepada lembaga tersebut.

Bagaimana pun apa yang tertuang dalam Surat Pembaca merugikan saya, karena di BPR BKK Bumiayu nama Much Badjuri selaku debitur hanya saya yaitu Moch Adjuri.

Much:Adjuri
Kalierang Rt 7/Rw 1Bumiayu, Brebes

***

Dekonstruksi Kurban?

Wacana Mohammad Nasih di Suara Merdeka 20 Januari 2005 tentang dekonstruksi pemahaman kurban. Intinya agar tidak menyembelih hewan, tetapi diganti uang atau bahan makanan lain yang lebih bermanfaat atau diinvestatif ke usaha berkesinambungan bagi kesejahteraan umat. Pemikiran demikian sungguh bagus, tapi kurang tepat sasaran jika harus mereduksi jatah hewan kurban.

Sebagai pemikir dan tokoh Jaringan Islam Liberal mestinya wawasannya lebih luas dengan mengakomodasi kepentingan pihak lain yang menyangkut rezeki para peternak.

Setahun sekali mereka mengharap booming dari penjualan ternak menjelang Idul Adha. Begitu pula masyarakat kurang mampu akan merasa bahagia menikmati lezatnya daging sapi atau kambing. Amal sosial memang tidak hanya memotong hewan dan kesempatan membagikan harta benda dan makanan bisa setiap saat.

Misal membantu tetangga yang lapar atau saudara yang miskin sesuai kesanggupan dan ketaqwaan masing-masing individu. Bahkan dorongan Tuhan untuk selalu menjalankan misi sosial tertuang dalam Surat Ali Imron ayat 92 yang maknanya : ''Belum sampai kepada kebaktian, sebelum kamu menafkahkan sebagian hartamu''.

Mengenai investasi berkesinambungan sudah bukan hal baru. Sejak dulu banyak orang berpikir untuk mengelola zakat mal yang nilainya tentu akan lebih besar bila dibanding harga hewan kurban keseluruhan. Namun hal itu tak pernah terealisasi hingga kini.

Kepada Mohammad Nasih teruslah berpikir untuk kemaslahatan umat, mudah-mudahan jangan malah menjadi bencana bagi kaum tertentu.

Suratmodjo
Sikluwung Asri 5 Tandang, Semarang

***

Pilkada Rembang dalam Tantangan

Menurut Mendagri pilkada dilaksanakan dua kali. Pertama Juni 2005 dan kedua Desember 2005 dengan sistem paket/pasangan calon. Kabupaten Rembang masuk jadwal bulan Juni 2005. Momentumnya sangat strategis karena menjadi proyek percontohan pilkada secara langsung untuk tingkat kabupaten/kota.

Hal ini menjadi tantangan sekaligus harapan untuk menuju ke arah yang lebih baik. Sudah semestinya pintu hati rakyat dibuka lebar guna menyerap pemahaman calon yang dipilih. Beberapa pasangan yang sudah berancang-ancang antara lain H Hendarsono, Achmad Salim, H Wiratmoko. Moch Hoeda, Nasirul Mahasin dan Mudzakir.

Menurut pengamatan saya di antara bakal calon, ada yang layak untuk memimpin Rembang ke depan walaupun belum bisa dikatakan baik. Untuk memberikan penilaian paling tidak ada syarat tertentu yang harus dimiliki seorang bupati (pemimpin).

Seorang pemimpin harus dapat dipercaya baik lisan maupun perbuatannya sehingga akan menjadi rujukan dan pedoman bagi masyarakat. Tidak menipu dan menyesatkan. Tidak mementingkan diri sendiri , kelompok dan lingkungannyai. Tidak menyuburkan KKN serta mendukung penegakan supremasi hukum.

Pemimpin harus berani dan tegas dalam memberantas KKN, tidak takut tekanan , berwibawa dan bisa mengamankan daerah. Pemimpin harus jujur, apa yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan. Pilih bupati yang berani melakukan kontrak politik untuk kepentingan rakyat dan daerahnya.

Pemimpin harus cerdas, mengoptimalkan potensi yang ada di Rembang untuk kebaikan dan kemajuan. Bisa dan mampu mengembangkan kemampuan daerah, tidak hanya mengandalkan bantuan. Adil dan bijaksana. Kompleksitas permasalahan di Rembang sangat banyak.

Di sekeliling ada berbagai macam kepentingan yang jika tidak dihadapi secara bijaksana hanya akan menuju kehancuran. Kemampuan managerial. Seorang pemimpin harus bisa membikin perencanaan, pengelolaan dan sekaligus mengkontrol dengan baik.

Harapan kami kepada warga Rembang, inilah saatnya memilih pemimpin yang baik. Sudah seharusnya rakyat berani memilih bupati berkualitas. Kita harus betul - betul mandiri, objektif dan bertanggungjawab.

Muhammad Musanan
Jl Sudirman 29 Sukoharjo, Rembang


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA