logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 27 Januari 2005 NASIONAL
Line

Daerah Lasem Rawan Gempa

SEMARANG - Wilayah La sem, Rembang diduga ada patahan aktif yang bisa menimbulkan gempa bumi. Kasub Direktorat Mitigasi Bencana Alam Departemen Pertambangan dan Energi Dr Surono MSc mengungkapkan hal itu di Gedung Badan Penelitian dan Pengembangan Jateng, kemarin.

Menurut dia, wilayah Lasem memang ada pemicu terjadi gempa bumi tapi hingga sekarang aktivitas tanda-tanda akan terjadi gempa tak terlihat secara intensif.

''Berdasarkan sejarah, kejadian gempa sudah 60 tahun sistem sesar (patahan-Red) Lasem tidak aktif. Masyarakat tak perlu panik, namun harus tetap menjaga kewaspadaan,'' ucap dia dalam ''Kajian Strategis Antisipasi Penanggulangan Bencana Banjir, Longsor, Kekeringan, dan Gempa Bumi di Jateng'', Rabu (26/1).

Lasem merupakan satu-satunya daerah di Jateng yang memiliki potensi terjadi gempa. Sementara daerah Indonesia lain, adalah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jabar, Yogyakarta, Jatim, NTB, NTT, Kepulauan Aru, Kepulauan Sulawesi, Sangir Talaud, Maluku, dan sebagian Kepulauan Papua.

Sebaliknya, gelombang tsunami rawan terjadi di sepanjang sebelah selatan Kepulauan Sumatera, selatan Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Biak, Fak-Fak, dan Balikpapan.

Dua tahun Lagi

Direktur Tata Ruang Wilayah Tengah Ditjen Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum Dr IF Purnomosidi MSc mengungkapkan, gempa pernah terjadi di daerah Jateng selatan pada tahun 1840, 1904, dan 1957. Kalau dihitung secara statistik, hal itu kemungkinan bisa terulang mulai kurun dua tahun ke depan atau lebih.

''Masyarakat perlu disosialisasikan bahwa selama ini hidup di daerah rawan bencana,'' tutur dia yang tampil sebagai pembicara bersama Surono, Prof Dr Lilik Hendrajaya MSc PhD dari Deputy bidang Pengkajian Ristek IPTEK, dan Dr Ir Robert Kodoatie MEng.

Purnomisidi mengingatkan, sepanjang pantai selatan Jawa seperti pantai selatan Cilacap, Pantai Ayah, Pantai Logending (Kebumen), dan pantai selatan Jatim, rawan terjadi tsunami.

Robert Kodoatie menyarankan untuk menanam pohon bakau di sepanjang pantai selatan Jawa. Bakau tersebut untuk meminimalisir akibat buruk tsunami yang membawa air dengan kekuatan besar masuk ke daratan. (H7-58m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA