logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 27 Januari 2005 NASIONAL
Line

Kasus Lelang Gula Ilegal

Jaksa Agung Siap Hadapi DPR

JAKARTA- Merebaknya tuntutan mundur kepada Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh terkait kasus pelelangan gula ilegal, mendapat reaksi darinya. ''Saya tidak mau ini makin membingungkan. Itu semua kan bisa dijelaskan. Saya siap memberikan keterangan langsung kepada DPR, kapan pun saya diminta,'' kata pria yang akrab di panggil Arman tersebut seusai mengikuti sidang kabinet di Kantor Presiden, kemarin.

Menurut Arman, masalah tersebut beserta masalah-masalah lain bisa dijelaskan sehingga belum perlu dirinya buru-buru dituntut mundur. Yang menarik, Arman mengatakan, dalam kasus lelang gula yang merupakan barang bukti Kejaksaan Negeri Jakarta Utara tersebut, tidak ada yang salah.

''Ini sudah dibicarakan berkali-kali antara Kejaksaan Agung dan Menko Ekuin, Mentan, dan Mendag. Semuanya jadi sudah jelas dan transparan,'' kata pria asal Pekalongan Jateng tersebut.

Merebaknya tuntutan kepada Abdul Rahman Saleh untuk mundur itu mengemuka saat Komisi VI DPR RI rapat kerja dengan Menteri Pertanian Anton Apriantono. Terdapat kesimpulan bahwa lelang gula tersebut dibatalkan, karena prosesnya telah melanggar KUHAP, UU, Keppres, dan SKB Menteri Perdagangan dan Menkeu.

Yang menarik, dalam rapat kerja tersebut juga beredar fotokopi surat disposisi No B-158/Pt.2/11/2004 dari Jampidsus Soedono Iswahyudi. Surat itu berisi permintaan untuk melelang gula barang bukti dari Jaksa Agung atas petunjuk Wapres.

Atas beredarnya fotokopi tersebut, Wapres Jusuf Kalla Selasa lalu membenarkan bahwa pelelangan itu atas petunjuknya. Namun Wapres membantah pelelangan itu melanggar UU. Karena Jaksa Agung dinilai terlalu lamban menuntaskan kasus korupsi serta terkuaknya ketidakberesan kasus lelang gula itu, maka beberapa anggota DPR memintanya untuk mengundurkan diri.(F4-78t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA