| Kamis, 27 Januari 2005 | NASIONAL |
Bandara A Yani Bangun Terminal Baru, Pintu Masuk di MaerokocoSEMARANG-Terminal penumpang dan tempat parkir pesawat (apron) di Bandara A Yani rencananya akan dipindahkan ke sisi utara. Pembangunan itu dijadwalkan mulai tahun ini, segera setelah masterplan dan nota kesepahaman (MoU) antarpihak terkait selesai. Dengan demikian, pintu masuk bandara yang semula dari Kalibanteng akan berpindah di Puri Maerokoco. Demikian diungkapkan Kepala Cabang PT (Persero) Angkasa Pura I atau PAP Cabang Bandara A Yani Semarang Purnomo tentang hasil rapat pengembangan Bandara A Yani antara Departemen Perhubungan dan PT Angkasa Pura di Jakarta, Selasa (25/1). ''Terminal dan apron yang ada sudah padat sehingga perlu tempat yang lebih luas. Di terminal baru ini paling tidak mampu menampung 3.000 penumpang per hari,'' kata dia di kantornya kemarin. Konsep terminal yang menempati lahan rawa-rawa itu akan terpisah dalam dua bagian yakni terminal internasional dan terminal domestik. Pada terminal lama, kedua jenis penumpang masih menjadi satu. Luas terminal internasional diperkirakan mencapai 216 m2, sedangkan luas terminal domestik sekitar 507 m2. Pemisahan itu menyusul status internasional Bandara A Yani yang mulai membuka peluang rute penerbangan dari dan ke luar negeri. Perbaikan Terminal Penyusunan masterplan saat ini tengah digodok oleh PAP pusat dan diperkirakan selesai dalam waktu dekat. Namun, menunggu tempat baru jadi, pihaknya akan melakukan perbaikan terminal dan apron lama sehingga mampu dimanfaatkan seoptimal mungkin. Luas lahan sendiri akan ditentukan berdasarkan kesepakatan Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Tengah dengan TNI AD yang memiliki lahan bandara. Pasang X-Ray Pembenahan internasionalisasi bandara sendiri hingga saat ini terus dilakukan. Pihak PAP misalnya telah memasang X-Ray di ruang kedatangan internasional sejak dua minggu lalu. Jenis pesawat milik maskapai yang akan terbang ke bandara internasional juga harus diperhitungkan sesuai syarat yang berlaku. Namun, pihaknya belum menganggarkan instrument landing system (ILS) pada landasan. ''Kami masih mengkaji pemasangan ILS di jarak 2.250 m atau menunggu sampai jaraknya 2.800 m,'' tukas dia. Di sisi lain, perpanjangan landasan saat ini sudah sampai tahap pemadatan. Diperkirakan, bulan Maret mendatang, pihaknya sudah mulai meletakkan konstruksi. Sekitar 65 m landasan saat ini sudah mulai diaspal. Landasan nantinya akan dipakai bersama antara pesawat komersial dan militer seperti yang dilakukan bandara internasional kota lain, seperti Frankfurt, atau Singapura.(rei-78) |