logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 27 Januari 2005 NASIONAL
Line

Soetrisno Bachir Bisa Terganjal Tatib

  • Kandidat Ketua Umum PAN

SEMARANG - Kendati namanya dimunculkan dalam rapat koordinasi DPD-DPD se-Jateng dan DIY, bukan berarti pencalonan Soetrisno Bachir sebagai kandidat ketua umum PAN bakal mulus. Dia bisa saja terganjal oleh tata tertib (tatib) Kongres PAN yang akan dilangsungkan 7-10 April mendatang di Semarang.

Soetrisno Bachir adalah kader PAN sejak partai itu didirikan. Dia juga bisa diterima di kalangan Muhammadiyah dan di luar organisasi itu. Namun dia belum pernah duduk di jajaran struktural partai.

Jika mengacu AD/ART sekarang, langkah Soetrisno tidak terganjal. Namun aturan itu bisa diubah sesuai dengan dinamika politik.

Wakil Ketua DPW PAN Jateng Khafid Sirotudin mengungkapkan, menjelang Kongres PAN bisa dilakukan perubahan AD/ART partai. Aturan tersebut bisa juga diputuskan sebelum kongres.

''Dengan adanya ketentuan baru, kongres akan mengacu pada aturan yang baru tersebut. Artinya, perubahan tatib itu bisa saja terjadi,'' ujarnya. Perubahan itu misalnya kandidat ketua umum harus pernah menjabat di struktural partai.

Seperti halnya dalam Munas Golkar di Bali beberapa waktu lalu, semula yang memiliki hak suara hanya DPD I. Namun dinamika politik yang berkembang serta berbagai manuver politik dari para kandidat ketua umum partai itu, tata tertib diubah. Akhirnya, tidak hanya DPD I, tetapi DPD II juga memiliki hak suara yang sekaligus mengubah peta kekuatan kandiat ketua umum.

''Peta politiknya tidak sama persis dengan partai-partai lain, tetapi kurang lebih bisa terjadi di PAN. Sesuai dengan AD/ART memang semua kader PAN bisa mencalonkan diri sebagai ketua umum PAN. Akan tetapi bisa saja aturan itu diubah dengan ketentuan harus pernah menjadi pengurus partai,'' papar Khafid.

Dalam kongres PAN mendatang, yang memiliki suara diperkirakan 1.600 suara berasal dari 3 suara masing-masing DPW, 3 suara masing-masing DPD, dan seluruh pengurus DPP.

Namun PAN Jateng belum memutuskan untuk mendukung salah satu bakal calon ketua umum yang sudah muncul belakangan ini. Dia mengakui, sejumlah DPD mencalonkan Soetrisno Bachir dalam rapat koordinasi di Hotel Sahid Yogyakarta pekan lalu.

Dia juga tidak membantah ada kecenderungan sikap ke kader PAN asal Pekalongan yang kiprahnya dikenal lebih banyak dalam internal sebagai tim lobi informal sejak awal reformasi digulirkan.

Khafid yang juga Ketua Komisi B DPRD Jateng itu mengakui, Ketua DPW PAN Jateng Munawar Sholeh ikut memberikan dukungan pada Bachir.

Apalagi bakal calon yang telah dimunculkan, yaitu Din Syamsuddin, menyatakan tidak mencalonkan diri. Din dipandang lebih berkonsentrasi pada politik dakwah, sedangkan Soetrisno Bachir ke politik partai.

Dia memaparkan, sebelum rapat koordinasi di Yogyakarta, sebagian DPD di Jateng dan DIY mendengarkan tausiah politik dari Ketua Umum PAN Amien Rais. Tausiah itu bertema (G1,G7-78t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA