| Kamis, 27 Januari 2005 | MURIA |
Tiga Partai Besar Belum Tetapkan JagoREMBANG - Meski jauh hari sebelumnya PPP sudah menetapkan pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati, yakni H Hendarsono dan Abdullah Ubab (Gus Ubab) yang akan diusung ke Pemilihan Bupati (Pilbup) 2005, Partai Golkar, PDI-P, dan PKB hingga kini belum menetapkan jagonya. Mengapa ketiga partai itu (Golkar, PDI-P, dan PKB) belum menetapkan jagonya? Kabar yang berkembang menyebutkan, karena sedang terjadi perbedaan pendapat di tubuh partai masing-masing, khususnya dalam memilih jago yang akan diusung ke pilbup yang rencananya akan digelar Juni mendatang. Partai Golkar misalnya, sebagian pengurus menghendaki partainya mengusung Drs H Wiratmoko MM dan sebagian pengurus lainnya ingin mendukung H Hendarsono. Terbentuknya dua kubu itu menjadikan persoalan yang cukup rumit sehingga Golkar belum berani menentukan sikapnya. Sekretaris DPD Partai Golkar Priono saat dihubungi membenarkan bahwa partainya belum menetapkan nama pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati yang akan diusung ke pilbup. Persoalannya, mereka masih menunggu kedatangan Ketua DPC PKB Yaqut Cholil Qoumas (Gus Tutut) yang kini masih menunaikan ibadah haji. Mengapa harus menunggu Gus Tutut? Priono menjelaskan, karena sudah ada komunikasi politik antara Golkar dan PKB. Intinya, kedua partai itu sepakat mengadakan pertemuan untuk membahas persoalan pilbup. "Bisa jadi dalam pilbup mendatang Golkar dan PKB berkoalisi, tetapi juga bisa berdiri sendiri-sendiri, bergantung pada hasil kesepakatan nanti," katanya. Anggota Fraksi PKB, dokter Ibrahim, juga membenarkan keterangan Priono. Menurutnya, PKB dan Golkar akan melakukan pertemuan untuk membahas adanya wacana koalisi. Karena itu, PKB belum menetapkan nama pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati yang akan diusung dalam pilbup. Sekretaris DPC PDI-P Suriyanto SPd ketika dihubungi secara terpisah menjelaskan, partainya belum menetapkan jago karena masih dalam proses penggodokan. Menurutnya, bakal calon bupati dan wakil bupati yang mengajukan lamaran ke PDI-P cukup banyak. Di antaranya adalah Drs H Nasirul Mahasin MSi, Sujoko, M Hoeda, dan Martoyo. Siapa di antara mereka yang bakal dipilih menjadi jago PDI-P? Suriyanto mengemukakan, semua bergantung pada hasil rapat pleno partai. "Kalau ingin tahu kejelasannya, tunggu saja hasil rapat pleno. Pasti diumumkan," katanya. (jl-15n) |