| Kamis, 27 Januari 2005 | MURIA |
Bupati PocokanREMBANG - "Saya ini hanya bupati pocokan. Sebab, jadi bupati bukan karena menang dalam pemilihan bupati, melainkan karena aturan," kata Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Rembang H Widadi SH kepada Suara Merdeka yang menghubungi di ruang kerjanya, kemarin. Bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan Bupati H Hendarsono, 20 Januari lalu, Widadi dilantik sebagai Pjs Bupati oleh Gubernur H Mardiyanto. Hal ini sebagai langkah untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut dengan tujuan roda pemerintahan di Rembang tetap berjalan seperti biasa. Meski hanya sebagai bupati pocokan, Widadi ingin mengenal daerah Rembang lebih dalam. Alasannya, karena selama ini ia bekerja di Semarang, yakni sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng. Karena itu, pada awal tugasnya ia lebih banyak melakukan silaturahmi kepada tokoh-tokoh ulama yang ada di Rembang. "Saya sudah sowan kepada KH Mustofa Bisri (Gus Mus), KH Hamid Baidlowi, dan KH Wahab. Rencananya, saya juga akan sowan kepada KH Maimun Zuber dan kiai lainnya," kata Widadi. Untuk keperluan apa? Widadi menjelaskan, dengan cara itu pihaknya bisa memperoleh pemahaman, khususnya menyangkut budaya masyarakat Rembang. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi hambatan dalam menjalankan roda pemerintahan. "Jangan sampai kehadiran saya justru akan menyulitkan masyarakat Rembang. Kalau bisa ya harus bermanfaat untuk semuanya," ujar Widadi. Kegiatan apa lagi yang sudah dilakukan? Ia menjelaskan, beberapa hari lalu pihaknya mengumpulkan semua kepala bagian, kepala kantor/dinas/badan, camat, dan segenap asisten sekwilda. "Sekarang menjelang pemilihan bupati (pilbup). Karena itu, mereka perlu diberi pengarahan agar bisa bersikap netral," katanya sambil menambahkan, PNS punya hak untuk memilih calon bupati, tetapi dilarang melakukan kampanye. (Djamal A Garhan-15n) |