logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 27 Januari 2005 SEMARANG
Line

Faktor Kultural Hambat Kemajuan Wanita

DEMAK - Adanya kendala kultural dan adat yang masih diyakini oleh sebagian masyarakat, menghambat gerak maju bagi kaum perempuan. Misalnya, ada pandangan di kalangan wanita jika bicara tidak boleh keras-keras, dan jika tertawa di depan ulama tidak boleh terlihat giginya.

"Dalam konteks seperti itu, jelas tidak menguntungkan kaum wanita. Jika bicara soal gender, maka harus tercipta kondisi kesetaraan gender itu sendiri," kata Sekda, Drs H Tafta Zani MM, saat membuka Pelatihan Analisis Gender Pathway, di Ruang Pertemuan Agro Wisata Citra Alam, Demak, kemarin.

Dia menambahkan, di dalam rapat tingkat LKMD di desa-desa, mayoritas hampir dikuasai kaum pria. Dengan demikian, ada hambatan kultural sehingga wanita sulit bergerak untuk maju. Selain itu, di bidang pendidikan ada pemilahan profesi.

"Misalnya di Fakultas Teknik, biasanya jumlah mahasiswa laki-laki jauh lebih banyak dibanding mahasiswa perempuan. Sebaliknya, di Fakultas Psikologi, biasanya banyak didominasi oleh kaum perempuan."

Tafta Zani meminta para peserta Pelatihan Analisis Gender Pathway dalam menyusun program nanti harus dapat melibatkan kaum perempuan. Dengan demikian, upaya dalam mengangkat gender semakin kuat.

Pelatihan Analisis Gender Pathway yang berlangsung selama dua hari itu, diikuti 30 orang yang terdiri atas delapan orang Bagian Lingkungan Setda, dan 22 orang dari Dinas/instansi Pemkab Demak.

Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada para pejabat tentang perencanaan pembangunan yang responsif soal gender. Selain itu, juga meningkatkan keterampilan dalam menyusun kerangka kebijakan/program pembangunan yang mengacu kepada propeda, renstrada, dan repetada di setiap dinas/instansi Pemkab Demak. (F2-84a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA