| Kamis, 27 Januari 2005 | SEMARANG |
Enam Puluh Pipa Eks P3KT Diduga HilangUNGARAN - Diduga, enam puluh pipa bekas Proyek Peningkatan Prasarana Kota Terpadu (P3KT) sektor air bersih di Kabupaten Semarang hilang. Berdasarkan pengecekan oleh Komisi A DPRD, jumlah pipa yang ditempatkan di lapangan Desa Tambakboyo, Kecamatan Ambarawa, kemarin tinggal 996 dari 1.056 buah yang berdiameter 600 mm dan panjang enam meter. Pengecekan tersebut, menurut Ketua Komisi A, Anis Supriyadi, berdasarkan laporan dari masyarakat setempat. "Menurut warga, tumpukan pipa makin lama makin berkurang. Setelah menghitung bersama dua anggota Komisi A lainnya, kami menduga sejumlah pipa tersebut hilang," kata Anis kemarin. Dia juga menambahkan pengambilan pipa tidak mungkin dengan cara konvensional, namun dilakukan dengan cara profesional. Sekadar catatan, selain jumlah tersebut, di area yang tak jauh dari lapangan Tambakboyo juga digunakan untuk tempat penyimpanan 244 pipa. Sebelumnya, 244 pipa itu diletakkan di pasar hewan Ambarawa denga uang sewa Rp 15 juta/tahun. "Karena harga sewanya mahal, pipa itu di pindah di dekat area lapangan Tambakboyo," jelas Anis. Sementara itu Plt Direktur PDAM, Suherna membantah bila dikatakan pipa-pipa itu hilang. "Masalah tumpukan pipa yang kelihatan makin berkurang, disebabkan kondisi tanah yang ada di dekat area penyimpanan pipa saat ini lebih tinggi, karena dulu ada pengurukan. Jadi, seolah tumpukan pipa berkurang," jelas Suherna. Dia juga tetap bersikukuh bahwa jumlah pipa yang belum dimanfaatkan itu tetap 1.056 buah. "Kalau dihitung dalam kondisi masih tumpukan, saya kira itu kurang tepat. Harusnya dihitung dengan cara dipindah satu per satu dengan alat berat, sehingga penghitungannya akurat," ujar dia. Pihaknya saat ini juga mempertanyakan kemanfaatan pipa-pipa tersebut, karena merupakan aset daerah yang mangkrak. "Sejak 1997-1999, P3KT yang gagal, membuat pipa-pipa itu mangkrak, belum jelas kegunaannya." Direktur Teknik PDAM, Dadang mengatakan pipa-pipa tersebut menurut rencana akan digunakan untuk instalasi pengolahan air di Kaligarang. "Namun kapan proyek tersebut akan dikerjakan, kami belum tahu karena anggarannya cukup besar sekitar Rp 4 miliar," jelas dia. (rny-84a) |