logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 27 Januari 2005 SEMARANG
Line

Tanggul Kali Bodri Jebol Sepanjang 60 Meter

  • Dua Desa Terancam Tergenang Banjir

KENDAL - Salah satu bagian tanggul sisi barat aliran Kali Bodri, Desa Pidodo Wetan, Kecamatan Patebon, Kendal, jebol sepanjang 60 meter akibat terkena gerusan arus sungai.

Bagian tanggul yang semula memiliki ketinggian sekitar enam meter itu, setelah jebol hanya menyisakan bangunan lebih kurang 3,5 meter, atau jebol dengan kedalaman sekitar 2,5 meter.

Jebolnya tanggul Kali Bodri tersebut, mengakibatkan ancaman banjir terhadap dua desa di sekitarya, yaitu Desa Pidodo Kulon dan Pidodo Wetan. Hal itu juga dikhawatirkan akan mengancam puluhan hektare sawah dan tambak rakyat.

Menurut keterangan warga, jebolnya tanggul yang berada di sebuah tikungan Kali Bodri tersebut terjadi Selasa (25/1) malam. Kondisi tersebut, sedikit banyak memunculkan keresahan bagi sebagian warga. Sebab, saat debit air Kali Bodri sedang tinggi, hampir dipastikan air bah dari sungai itu akan menerobos melalui tanggul yang jebol menuju ke wilayah desa dan areal persawahan mereka.

Keresahan tersebut cukup dapat dimaklumi. Dari pantauan Suara Merdeka, letak wilayah desa di sekitar tanggul berada di bawah atau sejajar dengan aliran Kali Bodri. Meski cuaca cerah, kemarin (26/1) debit air di Kali Bodri hampir sejajar dengan bibir sungai. Jika debit air meningkat, maka dapat dipastikan luapan air sungai akan menerobos melewati celah tanggul yang jebol itu.

Tanggul Darurat

PLT Kepala Dinas Pengairan Pemkab Kendal, Sugiyono saat dimintai konfirmasinya berkait dengan hal tersebut mengatakan, kekhawatiran terhadap ancaman terendamnya dua desa di sekitar tanggul cukup beralasan.

"Artinya, kekhawatiran itu kemungkinan akan terjadi apabila elevasi air di atas mercu Bendung Juwero meningkat hingga 1,38 meter. Meningkatnya elevasi air, disebabkan oleh curah hujang yang tinggi, utamanya di daerah hulu sungai," jelasnya.

Dia menambahkan, jika elevasi air mencapai 1,38 meter maka dapat dipastikan air di Kali Bodri akan meluap melewati celah-celah tanggul yang jebol itu. Guna mengatasi permasalahan itu, menurut rencana Jumat (4/2) pihaknya akan bekerja sama dengan masyarakat setempat dan perangkat desa untuk membangun tanggul darurat.

Tanggul darurat itu akan dibangun dengan menggunakan tumpukan karung berisi tanah atau pasir, yang kemudian ditumpuk di belakang tanggul yang jebol sepanjang 60 meter tersebut.

"Kami juga akan berkoordinasi dengan pengelola sumber daya air (PSDA) Semarang. Dana untuk pembangunan tanggul darurat, selain dari Dinas juga diperoleh dari swadaya warga. Untuk menangani pembangunan tanggul, kami juga akan mengerahkan sebuah mesin berat sejenis beghoe." (G15-84a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA