logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 27 Januari 2005 SEMARANG
Line

Pelatihan Sindrom Fragile X

SEMARANG - Tujuh puluh dokter dari Fakultas Kedokteran (FK) Undip Semarang mendapat pelatihan mendiagnosis penyakit fragile X dari Rob Williemsen PhD dan Ari Smiths PhD, tenaga ahli dari University Medical Centre Nijmigen Holland dan Erasmus Medical Centre Rotterdam. Pelatihan tersebut, berlangsung di bagian biotek fakultas, baru-baru ini. Dua pakar itu, yang menemukan antibodi deteksi protein dari penyakit fragile X (FMR I), juga akan mengadakan pelatihan di beberapa kota di Indonesia yang memiliki fakultas kedokteran, seperti Manado, Medan, dan Palembang.

Kepala Lab Biotek FK Undip, Prof Dr dokter Sultana Husein PhD mengatakan, pada pelatihan itu keduanya, atas nama Pemerintah Belanda, memberikan antibodi secara cuma-cuma kepada FK Undip sebagai langkah kerja sama. ''Antibodi itu nantinya dibagikan kepada pusat-pusat pendidikan di Indonesia untuk membantu mendiagnosis penyakit fragile X.''

Dikatakan, fragile X merupakan penyakit turunan yang di Indonesia populasinya lebih kurang dua persen dari penyakit retardasi mental. Saat ini, di Jateng telah ditemukan sedikitnya 50 penderita. Diharapkan, pelatihan itu bisa mencegah terjadinya generasi yang tidak berkualitas.(C27-64a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA