logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 27 Januari 2005 SEMARANG
Line

Tukang Parkir Temukan Karcis Palsu

SEMARANG - Karcis parkir mobil yang keasliannya diragukan, sejak sekitar dua bulan ini beredar di wilayah Semarang Tengah. Pengedarnya yang diindikasikan berinisial A, menjual karcis itu dengan harga setiap bendel Rp 10.000 - Rp 30.000 kepada para tukang parkir di Jl Kranggan.

Seorang tukang parkir yang enggan disebut identitasnya, Rabu (26/1) menuturkan tentang adanya karcis yang diduga palsu itu. Dia menunjukkan bendel karcis tersebut, dan membandingkan dengan yang diperolehnya dari Dinas Perhubungan.

Pada karcis asli, bagian atas tertera tulisan No dan diikuti nomor seri. Di bawah tulisan itu, ada tulisan KPU/I. Lalu di bawahnya ada tulisan ''Berdasarkan: Perda Kota Semarang No 1 Tahun 2004 Tanggal 16 Februari 2004''.

Di bawah itu, ada pula tulisan Bermotor Roda Empat / Mobil Rp 1.000 (Untuk sekali parkir). Sementara di bawahnya tertera tulisan ''Tidak bertanggung jawab atas kehilangan ataupun kerusakan pada kendaraan yang diparkir dan atau barang yang ada di dalamnya''.

Sementara itu pada karcis yang diragukan keasliannya, pada bagian paling atas tertulis Parkir Khusus, dan di bawahnya tertera nomor seri tanpa tulisan ''No:...''.

Tukang parkir itu curiga, karena harga karcis tersebut setiap bendel dijual bervariasi antara Rp 10.000 - Rp 30.000. Padahal setahu dia, harga resmi karcis mobil setiap bendel Rp 70.000.

''Kalau pun karcis parkir khusus, mestinya juga tidak dijual kepada tukang parkir di tepi jalan umum,'' kata tukang parkir yang minta identitasnya dirahasiakan itu.

Korlap

Dia menduga, karcis yang diragukan keasliannya itu dicetak dan diedarkan oleh oknum koordinator lapangan (korlap). Maka, kalau sampai identitasnya diketahui, dia khawatir keselamatannya terancam. Sebab, para korlap itu kadang-kadang tidak segan-segan melakukan kekerasan kepada tukang parkir.

Dari hasil percakapannya dengan sesama tukang parkir, oknum korlap itu sudah melakukan aktivitasnya sejak tiga bulan lalu. Dalam sehari, dia bisa menjual sekitar 10 sampai 20 bendel.

''Kalau sistem pembayarannya, saya lebih suka menyetor langsung ke Dinas Perhubungan tanpa melalui korlap atau kelurahan.''

Secara terpisah, YMT Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Arief Moelia Edhie mengatakan, pihaknya sudah memerintahkan Kepala UP Parkir, Wibagso untuk melakukan penelusuran. Bisa saja karcis itu tidak palsu, namun hanya untuk parkir khusus. Kalau memang begitu, berarti telah terjadi kesalahan dalam peredarannya.

''Kami langsung menelusuri keberadaan karcis itu; dan kalau memang palsu, pelakunya akan ditindak,'' kata dia. (G6-64a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA