logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 27 Januari 2005 SEMARANG
Line

Upah Tenaga Kebersihan Johar Rp 210.000

SEMARANG TENGAH - Upah tanaga kebersihan di Pasar Johar dan sekitarnya, ternyata sangat minim. Mereka hanya mendapat upah Rp 210.000 per bulan. Padahal, mereka harus bekerja sebulan penuh. Bahkan jika tidak masuk kerja sehari saja, upah tersebut dipotong Rp 7.000.

Minimnya upah tenaga kebersihan itu, Rabu (26/1) kemarin terungkap saat sosialisasi Resik-resik Kutha di Pasar Johar.

Program yang bertujuan menjadikan Kota Semarang lebih bersih itu diprakarsai Suara Merdeka, New Exi Production, Djarum 76, dan Pemkot Semarang.

Dalam pertemuan itu, Wakil Ketua Pusat Koperasi Pasar (Puskopas) Madekan mengatakan, pihaknya memang menangani pengelolaan sampah di Pasar Johar. Untuk membersihkan pasar tradisional itu, pihaknya mengerahkan 60 orang penyapu.

Namun hasil kerja mereka tak bisa optimal karena hanya diberi upah Rp 210.000 per bulan. Padahal upah minimal regional (UMR) saat ini adalah Rp 437.100 per bulan. Buruh pabrik dengan upah minimum saja banyak yang merasa berat, apalagi para tenaga pembersih itu.

''Kami tak mampu membayar lebih karena iuran dari pedagang pun minim,'' kata dia.

Saat ini pedagang paling-paling hanya mau membayar iuran Rp 200 per hari. Dari sekitar 5.000 pedagang, banyak juga yang enggan membayar dengan berbagai alasan.

Maka dalam pertemuan itu, dia berharap Pemkot bisa membuat aturan tentang iuran sampah, minimal dalam bentuk SK Wali Kota. Selain itu, harus ada sistem penarikan agar semua pedagang taat membayar.

''Kalau upah tenaga kebersihan bisa ditingkatkan, kami akan berusaha lebih keras untuk membersihkan pasar,'' kata dia.

Dalam pertemuan tersebut, para wakil pedagang menyatakan sudah berusaha membina anggotanya agar ikut menjaga kebersihan. Namun mereka mengakui, upaya itu tidak mudah. Banyak pedagang yang tetap membuang sampah seenaknya.

Ketua kelompok pedagang Johar Selatan Prasetyo, wakil pedagang grosir buah Yaik H Suradi, dan beberapa wakil pedagang lainnya meminta proses penyadaran itu disertai tindakan yustisi. Karena itu, para wakil pedagang itu mengusulkan dilakukannya operasi rutin dan terus-menerus.

Kepala Cabang Wilayah 1 Dinas Pasar Sugiman Haryono menerima usulan tersebut. Dia juga menjelaskan, Jumat (28/1) pagi Dinas Pasar akan melakukan kerja bakti massal di Pasar Johar. Maka dia meminta para pedagang membantu.

''Kerja bakti tersebut akan dilaksanakan pula di pasar-pasar tradisional lainnya secara bergantian,'' kata dia.

Sementara itu, pimpinan New Exi Production Wisnu Pudjangga, seusai pertemuan menginformasikan, di Kecamatan Pedurungan juga diselenggarakan sarasehan dengan tema "Resik-resik Kutha". Dalam sarasehan itu, terbetik rencana bahwa pencanangan kegiatan di kecamatan itu dilakukan pada 13 Februari.

''Rabu malam juga diselenggarakan sosialisasi Resik-resik Kutha di Telogosari,'' kata dia. (G6-73n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA