| Kamis, 27 Januari 2005 | KEDU & DIY |
''Jadi Bupati, Harus Siap Tidak Populer''KEBUMEN - Bupati Kebumen Dra Hj Rustriningsih MSi mengemukakan, menjadi bupati menuntut tanggung jawab dalam mengemban amanat rakyat. Namun menjadi bupati pada era sekarang, berarti siap tidak populer atau tidak menarik. ''Herannya, ada yang suka iri karena bupati mengelola anggaran sampai ratusan miliar. Padahal, dengan sistem keuangan dobel entry (pembukuan berpasangan debet dan kredit-Red), menuntut transparansi dalam setiap pengelolaannya,'' ungkap Bupati saat membuka Musyawarah Kerja Cabang V/2005 Gapensi Kebumen di aula Depag, kemarin. Hadir pada acara itu, Ketua Umum BPD Gapensi Jateng Ir H Kecuk Hendrayadi, Muspida, Ketua BPC Gapensi Kebumen Subono HK, dan sekitar 121 anggota Gapensi di daerah itu. Bupati mengemukakan, perjuangan untuk menjadi seorang bupati tidak ringan. Apalagi pada era reformasi, birokrat dihadapkan pada tuntutan masyarakat yang makin besar dan kritis. Belum lagi birokrat masih minim inisiatif dan cenderung menyerahkan semua urusan yang berat kepada bupati. Pada sisi lain, Bupati menjelaskan, meski tinggal 56 hari dia menjabat, kini dia merasa lega karena bisa meningkatkan anggaran secara signifikan. Jika awal menjabat lima tahun lalu APBD Kebumen Rp 148 miliar, pada 2005 ini APBD Kebumen melonjak menjadi Rp 543 miliar. Makin Mantap Dari sisi keuangan, saat ini juga makin mantap. Meskipun dibayangi defisit APBD sampai Rp 25 miliar karena konsekuensi dari sistem anggaran dobel entry, dia optimistis, pada akhir tahun anggaran akan bisa mencapai surplus sekitar Rp 33 miliar. Menurut pandangan Bupati, dengan melonjaknya anggaran berdampak positif pada perekonomian serta berimbas pula pada peningkatan aktivitas bagi pengusaha jasa konstruksi, seperti rekanan dan pemborong. Ini juga menutut konsekuensi dan kontribusi bagi para kontraktor khususnya Gapensi. ''Meskipun baru kali ini datang ke acara Gapensi, saya tetap respek. Sebab, Gapensi Kebumen mandiri dan aktif mengisi pembangunan di daerah,'' ucapnya seraya menyinggung konsep pembangunan imbal swadaya rehab sekolah yang juga direspons positif para rekanan. (B3-76j) |