logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 27 Januari 2005 INTERNASIONAL
Line

20 Tahun Barulah Dieksekusi

HUNTSVILLE - Seorang pria Texas dieksekusi dengan suntikan mematikan, Selasa lalu, karena merampok dan membunuh lebih dari 20 tahun lalu. Pria tersebut merampok dan membunuh orang yang membawa uang 13 dolar (sekitar Rp 117.000) di dompetnya.

Troy Kunkle (38) dihukum karena membunuh Steven Horton (31) di Corpus Christi, Texas, setelah merampoknya pada 12 Agustus 1984. Eksekusi terhadap Kunkle ditunda selama dua jam saat Mahkamah Agung AS mempertimbangkan banding pada menit-menit terakhir oleh para pengacaranya.

Pada 1984, Kunkle dan tiga kaki tangannya menawari Horton tumpangan dalam mobil mereka saat dia melintas di sebuah jalan di Corpus Christi. Ketika Horton menolak menyerahkan dompetnya, Kunkle menembak bagian belakang kepalanya.

Setelah membunuh Horton, seorang kaki tangannya mengatakan Kunkle mengutip: ''Hari lain, kematian lain, penderitaan lain, dan napas lain,'' lirik dari lagu band metal Metallica ''No Remorse''.

Ketiga kaki tangannya dijatuhi hukuman penjara mulai 30 tahun sampai seumur hidup. Dalam pernyataan akhir saat diikat di kamar kematian, Kunkle minta diampuni.

Minta Ampun

''Saya ingin meminta Anda agar mengampuni saya,'' katanya. ''Saya telah berbuat salah dan saya minta maaf telah melakukan hal itu. Satu-satunya yang bisa saya lakukan adalah meminta ampun kepada Anda. Saya menyanyangi Anda dan saya akan menemui Anda semua di surga. Saya sangat menyanyangi kalian.''

Kunkle merupakan orang kedua yang dieksekusi di Texas tahun ini. Dia merupakan orang ke-338 yang dijatuhi hukuman mati sejak negara bagian itu memberlakukan kembali hukuman mati pada 1982, enam tahun setelah Mahkamah Agung mencabut larangan hukuman mati nasional.

Untuk makanan terakhirnya, Kunkle meminta ayam goreng, steak ayam goreng, sebuah hamburger dengan keju dan bawang putih, french fries, blumkol, roll kayu manis, pie apel, dan susu.

Tahanan lain yang dijatuhi hukuman mati, George Jones dari Dallas, eksekusinya ditunda Selasa lalu oleh Pengadilan Banding Texas saat pengadilan mempertimbangkan klaimnya bahwa dia menderita gangguan mental. (rtr-niek-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA