| Kamis, 27 Januari 2005 | INTERNASIONAL |
LINGKUNGANCuaca Australia Dirusak Penghuni Tetap PertamaWASHINGTON - Para penghuni tetap yang datang ke Australia 50.000 tahun lalu dan melakukan pembakaran yang menghanguskan flora dan fauna alam, mungkin telah menyebabkan perubahan cuaca besar-besaran. Perubahan tersebut mengubah daerah pedalaman negara itu menjadi gurun kering seperti saat ini, kata peneliti AS dan Australia, Selasa waktu setempat. Studi mereka, yang dilaporkan dalam isu terbaru jurnal Geology, mendukung argumen-argumen bahwa penghuni tetap pertama benar-benar telah mengubah pemandangan alam benua tersebut. ''Implikasi-implikasinya adalah praktik-praktik pembakaran oleh penghuni pertama mungkin telah mengubah iklim benua Australia, dengan memperlemah penetrasi uap lembab musim hujan ke daerah pedalaman,'' kata Gifford Miller dari Universitas Colorado di Boulder, yang memimpin studi itu, dalam pernyataan. Catatan geologi menunjukkan bahwa daerah pedalaman Australia jauh lebih lembab sekitar 125.000 tahun lalu. Zaman Es terakhir mengubah cuaca di seluruh planet, namun musim hujan kembali terjadi saat gletser mundur 12.000 tahun lalu - di seluruh benua kecuali Musim Hujan Australia. Musim hujan Australia kini membawa sekitar 39 inci (satu meter) hujan setiap tahun ke pantai utara saat curah hujan bergerak ke selatan dari Asia, namun hanya sekitar 13 inci (33 cm) hujan yang turun di daerah pedalaman setiap tahun. Ubah Populasi Tanaman Studi Miller memberi kesan bahwa kebakaran besar bisa mengubah populasi tanaman yang memungkinkan menurunnya pertukaran uap air dengan atmosfer, sehingga mencegah pembentukan awan. Para peneliti, yang bekerja dengan John Magee dari Universitas Nasional Australia di Canberra, menggunakan simulasi iklim global di komputer untuk menunjukkan bahwa jika ada hutan di tengah-tengah Australia, kondisi itu akan menyebabkan musim hujan dengan curah hujan lebih banyak dua kali lipat dari pola saat ini. Bukti fosil menunjukkan bahwa burung dan marsupial (sejenis binatang berkantung) yang pernah hidup di daerah pedalaman Australia makan pepohonan, semak-semak, dan rumput ketimbang lingkungan belukar gurun yang ada saat ini. Bukti tersebut juga menunjukkan endapan arang kayu besar kemungkinan besar disebabkan oleh kebakaran yang meluas, yang sesuai dengan tanggal kedatangan orang. Orang-orang yang menjadi penghuni tetap pertama itu juga disalahkan atas *pembunuhan 85 persen binatang besar Australia, termasuk burung sebesar unta, 19 spesies marsupial, kadal sepanjang 7,5 meter, dan kura-kura darat sebesar Volkswagen. Beberapa pakar menyatakan perubahan iklim yang disebabkan oleh pembakaran telah membunuh spesies-spesies tersebut, bukannya perburuan langsung oleh manusia.(rtr-niek-46) |