logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 27 Januari 2005 EKONOMI
Line

Penghapusan PPn Bm Disambut Baik

SEMARANG-Penghapusan Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPn Bm) sebesar 10% disambut baik oleh produsen makanan dan minuman.

Kebijakan itu akan berpengaruh pada harga jual sehingga lebih terjangkau oleh masyarakat.

Demikian diungkapkan oleh Rustamadji, Public Relation Manager PT Coca Cola Bottling Indonesia (CCBI) Jateng dalam seminar bertema ''Beverage Industry, Challenges and Prospects'' yang diselenggarakan Unika Soegijapranata, kemarin.

"Penghapusan PPn Bm membuat rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak banyak berpengaruh terhadap kenaikan harga minuman dan makanan,'' jelasnya.

Sementara itu Hari Purnomo dari Tetra Pak Jakarta menambahkan harga menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan masyarakat untuk memilih suatu produk. Faktor lainnya adalah usia konsumen yang dituju.

"Perekonomian nasional memang dibiayai oleh konsumsi masyarakat. Hal itu dipengaruhi oleh konsumsi yang tinggi dan konfidensi (kepercayaan) masyarakat," tuturnya.

Di masa mendatang, lanjut dia, bisnis minuman memiliki prospek yang cerah karena produk berbahan baku air menguasai pasar sekitar 67% dari total pasar minuman dan makanan.

Rustamadji menyebutkan produk-produk dari luar negeri nanti tidak membutuhkan dua badan dalam sebuah perusahaan, yakni produsen dan distributor. Sebagaimana Coca Cola yang berasal dari AS yang selama ini terdiri atas distributor dan bottling (pembotolan) hanya menyisakan divisi bottling.

Ia menjelaskan Coca Cola adalah bisnis franchise atau waralaba dan setiap negara mempunyai wakil franchisor yang memiliki 1 franchisee. (hrn-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA