| Kamis, 27 Januari 2005 | EKONOMI |
Garuda Buka Rute Kuala Lumpur dan AustraliaSEMARANG-Garuda Indonesia berencana membuka lagi jalur penerbangannya ke luar negeri dari Semarang tahun ini. Setelah rute Semarang-Singapura diresmikan Maret 2004, rute baru yang menyusul dibuka adalah Kuala Lumpur dan Australia. ''Kami juga akan memperkuat rute ke arah timur Indonesia, misalnya Surabaya dan Denpasar. Usulan rute-rute baru itu telah diajukan ke kantor pusat,'' kata Ronald Tobing, General Manager Garuda Indonesia Semarang, kemarin. Menurut dia, pembukaan rute Semarang-Kuala Lumpur cukup menjanjikan. Selama ini banyak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Negeri Jiran itu berasal dari Jateng. Tetapi sebagian besar di antara mereka berangkat dari Jakarta. Keberangkatan TKI melalui Bandara Sukarno-Hatta, lanjut dia, lebih disebabkan karena sarana di provinsi ini kurang mendukung. Rata-rata perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) ada di Jakarta sehingga tempat penampungan dan pelatihan juga di sana. ''Kalau balai pelatihan ada di Semarang maka kemungkinan jumlah TKI yang berangkat melalui Bandara A Yani juga lebih besar. Apalagi Pemerintah Provinsi telah memberlakukan kebijakan pemberangkatan TKI melalui satu pintu,'' tuturnya. Jenis pesawat yang akan digunakan untuk rute baru itu, kata dia, sama sebagaimana yang dioperasikan saat ini dengan kapasitas tempat duduk 110. Rute baru itu ditargetkan mencapai load factor atau tingkat isian penumpang minimal 60%. Belum Ditentukan Slot waktu keberangkatan pesawat direncanakan pada pagi hari. Mengenai tarif tiketnya, Manajer Penjualan dan Pemasaran Haryanto Sudjono mengatakan belum menentukan. Tarif penerbangan ke Singapura saat ini dipatok 155 dolar AS. Haryanto menyebutkan peminat rute luar negeri selama ini cukup tinggi. Rata-rata tingkat isian penumpang rute Semarang-Singapura berkisar 65%. Sebagian besar penumpang baik dari dan ke Singapura memiliki kepentingan bisnis. Menjelang Imlek atau Tahun Baru China, kata dia, angka penerbangan ke luar negeri melonjak 10%-15%. Saat ini, misalnya, tingkat isian penumpang 70%-80% sekali terbang. Sayang, angka itu masih didominasi oleh penumpang domestik yang bepergian ke luar negeri. Pembukaan rute ke daerah timur Indonesia, tegas dia, menjadi prioritas. Selama ini banyak calon penumpang yang menanyakan penerbangan ke Surabaya atau Denpasar, tetapi pihaknya tidak bisa memenuhi karena tidak punya akses ke sana. Permintaan penerbangan domestik yang tinggi, menurut dia, direspons Garuda lewat penambahan frekuensi. Rute Semarang-Jakarta, misalnya, yang semula 8 kali sehari atau 56 kali seminggu ditambah 3 kali seminggu sehingga total menjadi 59 kali seminggu. Jalur itu akan ditambah lagi menjadi 63 kali seminggu sehingga frekuensi setiap hari mencapai 9 kali penerbangan. ''Mudah-mudahan itu bisa direalisasi mulai April nanti bersamaan dengan pembukaan rute ke Surabaya,'' ujar Haryanto. Frekuensi penerbangan Semarang-Surabaya dijadwalkan tiap hari sekali sehingga total 7 kali seminggu.(rei-53) |