| Kamis, 27 Januari 2005 | BUDAYA |
Film Tersukses 2004 Gagal Masuk Nominasi OscarDUA film paling sukses dan kontroversial sepanjang 2004, yakni Fahrenheit 9/11 arahan Michael Moore dan The Passion of the Christ arahan Mel Gibson, sama sekali tak masuk nominasi Oscar ke-77 pada pengumuman peraih nominasi. Meski kedua film itu menarik perhatian media, kontroversial, dan sukses meraup uang, keduanya gagal memberi kesan yang baik pada para anggota panitia Oscar yang berjumlah di atas 5.800 orang. Moore telah berkampanye agar film karyanya, Fahrenheit 9/11, dipilih sebagai peraih nominasi Oscar film terbaik. Kisah film ini mengkritik kepemimpinan Presiden Amerika Serikat George W Bush seusai tragedi 11 September 2001 dan perang di Irak. Pada tahun lalu, Moore menarik film karyanya dari nominasi Oscar film dokumenter karena lebih menginginkan nominasi Oscar film terbaik. Namun langkahnya itu tak membuahkan hasil. Tolak Kampanye Sementara Mel Gibson yang lebih dikenal sebagai aktor, telah menolak kampanye promosi film karyanya, The Passion of the Christ, yang berkisah tentang penyaliban Kristus. Ia merasa film ini harus diterima atas hasil prestasi artistiknya sendiri. Gibson membiayai film itu dengan dananya sendiri senilai 25 juta hingga 30 juta dolar AS karena kebanyakan studio gagal memberikan dana pembiayaan atas film agama yang berisiko. Meski ia menghadapi kecaman dari para tokoh agama Yahudi yang menganggap film ini adalah anti-Yahudi tetapi film ini disambut baik umat Katholik yang taat. Tetapi kontroversi film The Passion of the Christ membantu posisi film ini merebut puncak box office Amerika dan mancanegara dengan mencapai pendapatan total internasional 604 juta dolar AS (sekitar Rp 5,5 triliun) di seluruh dunia. Sementara film Fahrenheit 9/11 dikutuk kalangan konservatif Amerika yang mendukung Bush karena film itu dianggap sebagai propaganda dan kebohongan. Film ini menjadi topik pembahasan utama di Amerika Serikat menjelang Pilpres AS pada 2 November 2004. Grup perusahaan hiburan Walt Disney Corp menolak mengedarkan film Fahrenheit 9/11 yang menelan 6 juta dolar AS dan menjual hak edarnya kepada para pimpinan studio Harvey dan Bob Weinstein dari studio Miramax dengan menghasilkan keuntungan dari film ini. Film ini telah mencapai pendapatan total internasional 220 juta dolar AS (sekitar Rp 2 triliun) dengan menjadikannya film dokumenter paling sukses dalam sejarah. (dist-81) |