logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 27 Januari 2005 BANYUMAS
Line

44 Sukarelawan Muslim Berangkat ke Aceh

PURWOKERTO-Kabupaten Banyumas, kemarin, memberangkatkan 44 orang sukarelawan ke Aceh. Mereka tergabung dalam Kelompok Masyarakat Muslim Banyumas (MMB) Peduli Aceh di bawah koordinasi Badan Koordinasi Ormas Islam (BKOI) Banyumas. Mereka dilepas Bupati HM Aris Setiono SH SIP dari Balai Muslimin, di kompleks alun-alun, sekitar pukul 9.30.

Para sukarelawan itu akan memfokuskan diri menangani masalah air bersih. Rombongan dipimpin Ketua BKOI Ir Syarief Baasir dengan motor pengerak pengerahan tenaga sukarelawan Ustad Akhmad Baasir. Operasional di lapangan dipimpin Mashudi.

Mandiri

Syarief menuturkan konsentrasi kerja tim menguras atau menjernihkan air sumur yang kemasukan air laut akibat gelombang tsunami. Mereka juga akan mengolah air bersih siap minum.

''Kami juga menyiapkan perbekalan untuk menunjang penanganan air bersih. Peralatan kami siapkan dari sini seperti pipa air minum dan lantai MCK,'' ujarnya.

Dia menyatakan pada tahap pertama tim membawa dua unit mesin bor bertenaga mesin dan dua unit tenaga manual untuk mengebor sumur.

Adapun alat untuk menguras dan menjernihkan air sumur 10 unit pengeduk dan 50 unit pembersih sumur.

Diharapkan selama sebulan mereka bisa menyiapkan 50 unit pembersih sumur dan 20 unit pengolah air siap minum.

Mashudi menuturkan setiap unit pengolah air minum dapat menyediakan sekitar 12 l/detik air bersih atau setara 7.000 l/hari. Jadi 20 unit pembersih sumur bisa menyediakan sekitar 14.000 l/hari air minum.

''Itu bisa untuk memcukupi sekitar 28.000 orang korban tsunami. Adapun 50 unit pembersih sumur jika setiap hari dapat membersihkan 100 sumur diperkirakan dalam waktu 100 hari dapat menyelesaikan sekitar 10.000 sumur. Kalau setiap sumur melayani sekitar 15 orang ada sekitar 150.000 orang terlayani kebutuhan mandi dan MCK-nya.''

Tenaga yang diberangkatkan juga tenaga lapangan siap pakai dan kerja. Mereka sebelumnya dibekali kemampuan. Turut serta dalam rombongan warga Aceh korban tsunami, Caswo SPd. Dia akan menjadi kurir.

Setelah selamat dari bencana, dia pulang ke Jawa untuk menenangkan diri bersama beberapa keluarganya dan tinggal di Tipar Kidul, Ajibarang,

Tim juga membawa lima unit sepeda motor. Mereka berangkat dengan sebuah bus dan dua truk pengangkut peralatan dan perbekalan ke Bandara Halim Perdana Kusuma.

Bupati menyatakan rombongan itu bukan untuk jalan-jalan. Jadi jangan mengharapkan bantuan di sana dan harus mandiri. (G22-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA