logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 27 Januari 2005 BANYUMAS
Line

Dua ABG Ditemukan Tergeletak di Pinggir Jalan

  • Diduga Korban Pencabulan

BANYUMAS - Diduga mencabuli dua anak baru gede (ABG), empat pemuda dari Desa Rancamaya dan Desa Pernasidi, Kecamatan Cilongok, Rabu (26/1) siang ditahan di Polsek Cilongok.

Keempat pemuda itu adalah Rm (26) warga Desa Rancamaya, Sp (17), Bh (18), dan Cp (20) ketiganya penduduk Desa Pernasidi. Sementara itu, ABG yang diduga menjadi korban pencabulan, sebut saja Mawar (14) dan Melati (14), keduanya warga Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok.

Kapolres Banyumas AKBP Drs Erwin Triwanto melalui Kapolsek Cilongok Iptu Susanto ketika dimintai konfirmasi, kemarin, mengemukakan, polisi masih memeriksa kedua korban dan keempat pemuda yang diduga mencabuli itu.

Terungkapnya kasus dugaan pencabulan itu berawal ketika pada Rabu sekitar pukul 04.00, Mawar dan Melati ditemukan warga tergeletak di tepi jalan depan SD Rancamaya, Kecamatan Cilongok. Keduanya dalam keadaan lemah lunglai.

Keberadaan kedua ABG itu lalu dilaporkan oleh warga yang menemukan ke Desa Panembangan. Mendapat laporan itu, Kartono, perangkat desa, selanjutnya meluncur ke lokasi untuk menjemput kedua anak tadi. Saat akan membawa kedua remaja itu ke Polsek, mobil dinas Polsek berpapasan di jalan. Dan, keduanya pun lalu diangkut dengan mobil ke Puskesmas I Cilongok. Setelah mendapat perawatan, Mawar dan Melati pulih kembali.

Anggota Polsek yang melakukan penyelidikan di TKP mendapat keterangan, kedua ABG pada malam hari pergi bersama empat pemuda. Keempat pemuda itu lalu dicari dan ditemukan di rumah masing-masing.

Ditangkap

Ketika korban dan empat pemuda dibawa ke Polsek, ratusan orang beberapa desa di Cilongok ramai-ramai mendatangi Polsek. Mereka mendengar kabar terjadi kasus pemerkosaan terhadap dua ABG dan pelakunya sudah ditangkap. Setelah menerima penjelasan tidak ada kasus pemerkosaan, mereka pun bubar. ''Saya hanya ingin lihat siapa pelakunya. Kalau sampai memerkosa, keterlaluan,'' tandas warga Pernasidi.

Keempat pemuda itu ketika diperiksa menuturkan, mereka bertemu dengan Mawar dan Melati di arena pasar malam yang digelar di lapangan Pernasidi, Selasa (25/1) sore. Setelah mengobrol, sekitar pukul 20.00 keempat pemuda itu mengajak pergi kedua korban ke Rancamaya. Mawar dan Melati diboncengkan bertigaan dengan dua motor yang dibawa keempat pemuda itu.

Kedua ABG dan keempat pemuda itu berhenti sejenak di kebun ketela yang gelap di Desa Rancamaya dekat rel kereta api. Di tempat itu mereka berenam membakar ketela hingga sekitar pukul 24.00. Saat pesta ketela bakar, korban diberi dua minuman dalam kemasan gelas yang sudah terbuka.

Seusai menenggak air putih, Mawar dan Melati merasakan pusing. Dari kebun ketela itu, mereka melanjutkan kumpul-kumpul di depan sebuah SD di Rancamaya hingga akhirnya kedua remaja putri itu tak sadarkan diri dan ditemukan warga tergeletak di tepi jalan.

Kepada polisi, keempat pemuda mengaku tidak memperkosa kedua korban. Namun, keduanya mengaku akan diciumi oleh keempat pemuda itu tapi dapat mengelak. Salah seorang remaja putri mengakui, dirinya diremas-remas buah dadanya dan kausnya dibuka tapi berontak sehingga tak sampai lepas.

Untuk mengetahui apakah korban diperkosa, Polsek Cilongok meminta visum ke Puskesmas I Cilongok. ''Keduanya tidak diperkosa, hanya pencabulan. Air putih yang diminumkan belum diketahui apakah minuman keras atau minuman yag dicampur obat,'' ungkap Iptu Susanto.

Sementara itu, Kepala Puskesmas I Cilongok dokter Kusbandi yang dimintai konfirmasi juga menguatkan bahwa korban tak sampai diperkosa. ''Hasil visum menunjukkan, selaput dara kedua remaja putri itu masih utuh,'' ucapnya.

Dia menambahkan, hanya pada lengannya terdapat luka goresan yag diperkirakan terkena kuku atau benda kecil lain saat berontak. (G23-92j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA