logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 27 Januari 2005 BANYUMAS
Line

Penanaman Jeruk di Bukateja Akan Digalakkan Kembali

PURBALINGGA- Pemerintah Kabupaten Purbalingga akan menghidupkan kembali tanaman jeruk di Kecamatan Bukateja, khususnya di Desa Karangcengis. Itulah tekad Bupati Drs H Triyono Budi Sasongko MSi untuk nguri-uri berbagai potensi khas wilayah ini.

''Jeruk pernah menjadi buah khas Kecamatan Bukateja, terutama Desa Karangcengis. Namun popularitas jeruk itu hanya terjadi pada era 1990-an. Lama-kelamaan hilang seiring hilangnya ribuan pohon jeruk akibat terserang hama,'' kata Triyono.

Karena itulah, kata dia, pemerintah bermaksud menjadikan Bukateja kembali menjadi sentra buah jeruk. Saat ini sudah ada beberapa sentra komoditas, seperti durian di Pengadegan, lada hitam di Kejobong, serta sayur-mayur di Serang dan Kutabawa, Karangreja.

Dia mengemukakan hal itu ketika penanaman perdana pengembangan agrobisnis jeruk dan penyerahan bantuan benih ke korban bencana alam di Desa Penaruban, Kecamatan Bukateja. Hadir Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Ir Lily Purwati dan Muspika.

Triyono menyatakan tak tertutup kemungkinan kelak calon haji dari Karangcengis kembali meningkat. ''Predikat haji jeruk bakal kembali muncul di Bukateja dalam waktu dekat ini. Karena banyak orang yang melaksanakan ibadah haji adalah petani jeruk,'' ujarnya.

Namun istilah haji jeruk, kata dia, tentu tak melekat begitu saja. Upaya meraih predikat itu harus diimbangi ketekunan dan kesungguhan menanam dan membudidayakan jeruk.

Dia mengimbau petani jeruk di Bukateja terus menerapkan teknologi pengelolaan terpadu kebun jeruk sehat. Dia meminta dinas terkait melakukan penyuluhan intensif agar penerapan teknologi itu diterima petani dengan baik.(F10-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA