PARA kriminolog modern, selalu menggunakan metode pengukuran
detak jantung, dalam memeriksa tersangka pelaku kejahatan. Hal itu untuk
mengetahui apakah tersangka berbohong atau tidak dalam mengungkapkan kejahatan
yang dilakukan. Ternyata hasil penelitian terbaru menunjukkan, detak jantung
memang berkaitan dengan tingkat kejahatan.