SUARA MERDEKA
 
INDEKS INTERNASIONAL Senin, 24 Januari 2005

TEHERAN - Iran kemarin menanggapi ancaman Presiden AS George Bush, belum ini. Dikatakan, Washington membuat kesalahan strategis besar jika menyerang negara Islam tersebut. Pekan lalu, Presiden Bush mengatakan aksi mliter terhadap Iran bukan mustahil, kalau Teheran tetap bertekad membuat senjata nuklir.

WASHINGTON - Sumpah George W Bush untuk menyebar kebebasan dan menghancurkan tirani, yang dia ucapkan Kamis lalu pada pidato pelantikan sebagai presiden AS untuk masa bakti kedua, bukan berarti AS mengubah kebijakan luar negerinya.

KIEV - Viktor Yushchenko, Minggu kemarin, dilantik sebagai presiden Ukraina. Pelantikannya itu mengakhiri krisis politik di negara tersebut, yang antara lain ditandai dengan demonstrasi besar-besaran.

NEW DELHI - Seorang warga India yang terlempar ke laut dalam, bencana tsunami empat minggu lalu, ditemukan dalam keadaan selamat. AL India menemukan Michael Mangal sendirian di sebuah pulau di Kepulauan Nikobar, Minggu.

BEIJING - Pengaturan pemakaman mantan ketua partai komunis, Zhao Ziyang, masih mengalami jalan buntu. Zhao meninggal Senin lalu setelah lima belas tahun berada di tahanan rumah.

RUMBEK - Mantan pemimpin kelompok perlawanan SPLM, John Garang, telah kembali ke Sudan selatan, setelah menandatangani kesepakatan damai. Dia memperoleh sambutan meriah setelah kembali ke pangkalannya di kota terpencil Rumbek.

SDEROT - Israel, Minggu kemarin, menyatakan militan Palestina sepakat mengadakan gencatan senjata, dalam satu kesepakatan dengan Presiden Mahmud Abbas.

BAGDAD - Abu Musab al-Zarqawi, pimpinan Al Qaedah di Irak, memaklumkan perang sengit terhadap pemilu bersejarah Irak. Pernyataannya itu, yang disampaikan Minggu kemarin, tampaknya untuk menakut-nakuti para pemilih.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA