| Senin, 24 Januari 2005 | SALA |
Gerakan Massal Tanam Mete Hijaukan PantaiDENGAN tetap mengenakan tas ransel sekolah di punggung, Sartono (13), murid SMP di Kecamatan Paranggupito Kabupaten Wonogiri ini, cukup cekatan ketika diberi tugas menanam benih jambu mete. Bersama puluhan rekannya, dia ikut gerakan massal yang melibatkan semua komponen masyarakat. Gerakan itu dalam rangka menghijaukan wilayah perbukitan di kawasan pantai selatan. Perbukitan pantai selatan merupakan titik awal dimulainya gerakan massal peduli lingkungan di Kabupaten Wonogiri. ''Sebab gerakan ini akan ditindaklanjuti secara serentak, massal dan berkesinambungan ke seluruh daerah di Kabupaten Wonogiri,'' tegas Kepala Dinas Pertanian Ir Guruh Santosa MM. Ada dua jenis tanaman yang dipilih untuk mendukung gerakan penghijauan itu, yakni jambu mete dan bambu. Alasannya, mete merupakan komoditas perkebunan yang tahan kering, cocok di segala lahan termasuk tanah kritis, dan merupakan tanaman penghijauan pionir yang produktif serta bernilai ekonomi tinggi. ''Kelak, itu akan meningkatkan kesejahteraan rakyat,'' ujar Guruh. Adapun bambu, lanjut dia, merupakan jenis tanaman paling tangguh untuk mencegah erosi, terutama di lereng dan tebing terjal yang rawan erosi. Karena itu, keberadaan bambu dapat mendukung upaya kelestarian lahan dan konservasi alam. Murid dilibatkan, jelas Guruh, karena mereka cukup banyak jumlahnya. Potensi murid ini akan memberikan kontribusi positif untuk mengumpulkan benih dan melakukan gerakan taman. Potensi murid di Wonogiri tidak bisa dianggap remeh. Seandainya jumlah mereka mencapai sekitar 20% dari total penduduk Kabupaten Wonogiri yang berjumlah sekitar 1 juta jiwa, keberadaan murid Wonogiri itu mencapai sekitar 200.000 anak. ''Kalau tiap-tiap murid peduli mengumpulkan lima biji benih mete, akan terkumpul 1 juta benih,'' tuturnya. Potensi Bupati H Begug Poernomosidi menyatakan, potensi lahan di Wonogiri memungkinkan untuk pengembangan mete secara besar-besaran. Terlebih, Wonogiri memiliki potensi lahan kering sekitar 150.000 ha. ''Pada musim paceklik, tanaman jambu mete merupakan andalan pendapatan bagi petani. Sebab, harga mete senantiasa naik setiap tahun sehingga pendapatan petani akan ikut membaik,'' paparnya. Di sisi lain, pengembangan tanaman penghijauan jenis mete dan bambu secara massal, dapat mencegah laju erosi dan menghindarkan sedimentasi pada Waduk Gajahmungkur Wonogiri. Menurut Bupati, gerakan massal peduli lingkungan dengan titik berat penanaman mete dan bambu, hakikatnya memiliki empat tujuan, yakni peduli lingkungan, pengoptimalan lahan, mendukung kelestarian alam, dan mengurangi laju erosi. Melalui gerakan massal itu Pemkab Wonogiri memasang sasaran penanaman jambu mete seluas 3.000 ha per tahun, dan penanaman bambu seluas 1.000 ha per tahun. Pelaksanaan gerakan itu secara massal bersama semua komponen masyarakat yang dikoordinasikan oleh para kepala desa/lurah. (Bambang Pur-80i) |