| Senin, 24 Januari 2005 | OLAHRAGA |
Alexander Pulalo dan Firma Utina ke AremaMALANG-Untuk KLI XI tahun ini, Arema Malang merekrut mantan pemain timnas Alexander Pulalo dan personel PSSI Piala Tiger 2004 Firman Utina. Klub yang pernah menjuarai Kompetisi Galatama itu juga merekrut pemain asing Francis Yonga. Alexander Pulalo terakhir memperkuat Persib Bandung. Sebelumnya, dia pernah bermain untuk PSIS Semarang. Pemain kelahiran Jayapura 8 Mei 1973 ini dipanggil Ivan Kolev masuk dalam tim PSSI Pra-Piala Dunia 2006 dan Piala Asia 2004. Sedangkan Firman Utina sebelumnya bermain bagi Persita Tangerang. Dia juga ikut mengantarkan pasukan Merah Putih menjadi runner-up Piala Tiger untuk ketiga kalinya. "Diharapkan sebelum kompetisi berlangsung, kami sudah memiliki komposisi pemain yang pas untuk memperkuat tim," ujar Humas M Taufan kepada wartawan di Malang, Sabtu lalu. Untuk stok lama yang dipertahankan, terdapat nama Erol FX Iba, kiper asal Semarang Kurnia Sandy, dan kapten kesebelasan I Putu Gede. Pemain asal Brasil Junior Lima dan Rivaldo Costa juga dipertahankan Pelatih Benny Dollo. Uji Coba Rencananya tim ini akan memperbanyak pertandingan uji coba dengan, sekalipun belum lama ini telah melakukan lawatan ke Malaysia dan Singapura. Pihaknya berencana beruji coba dengan tim asal Bali, yakni Persegi Gianyar, Perseden Denpasar dan Persekaba Badung sekitar Februari nanti. "Dari uji coba itu, kami akan kembali mengevaluasi sekaligus melihat perkembangan dan upaya membenahi setiap lini, sebelum berlaga di kompetisi Divisi Utama," tambahnya. Sementara itu, dalam lanjutan Piala Gubernur Jatim III kemarin, Arema yang menurunkan pemain-pemain mudanya, ditundukkan Deltras Sidoarjo 0-4 di Stadion Gajayana Malang. Dani Ananda dua kali mengoyak gawang Rahmatullah Hidayat, masing-masing pada menit ke-14 dan ke-56. Dua gol lainnya disumbangkan oleh Nur Cholik pada menit ke-42 dan Putut Waringin Jati pada menit ke-89. Selama dua kali 45 menit, permainan berjalan lamban. Arema yang banyak memiliki peluang emas, tak mampu menyelesaikannya dengan baik. Gol-gol yang diciptakan anak-anak asuhan Yusack Sutanto sebagian besar berasal dari kesalahan lini belakang, yang antara lain dijaga Richi Pravita dan Nurwanidianto. Kerja sama antarlini juga tidak nampak. Empat kali pergantian pemain dilakukan, namun upaya ini tak mampu membendung arus serangan yang dilancarkan para pemain tamu. Sekalipun permainan berjalan lamban, wasit Drs Wardiono tak urung mengeluarkan satu kartu kuning untuk pemain Deltras Jimmy Maak.(ant-22) |