logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 24 Januari 2005 NASIONAL
Line

Dari Kunjungan Bupati Batang ke Aceh (1)

Penderitaan Dirasakan Masyarakat Batang


SERAHKAN CEK: Bupati Batang Bambang Bintoro didampingi Ketua DPRD Purwanto saat menyerahkan bantuan untuk korban gempa bumi dan tsunami di Aceh. Bantuan diterima Wakil Gubernur NAD H Azwar Abubakar di Pendapa Gubernuran. (55m) - SM/Arif Suryoto

Simpati dan kepedulian warga Kabupaten Batang terhadap musibah di Aceh sangat besar. Selain diwujudkan dengan pengiriman sejumlah sukarelawan, juga dengan penyerahan uang Rp 510.528.750 yang disampaikan langsung oleh Bupati Bambang Bintoro. Berikut laporan wartawan Suara Merdeka Arif Suryoto yang menyertai penyerahan itu.

PESAWAT Jatayu yang membawa rombongan Pemerintah Kabupaten Batang mendarat dengan mulus di Bandara Iskandar Muda Banda Aceh, Rabu (19/1) pukul 09.00, setelah terbang selama 40 menit dari Bandara Polonia Medan. Hampir sebagian besar penumpang yang turun dari pesawat, memakai identitas sukarelawan.

Termasuk sukarelawan kemanusiaan dari Alas Roban yang tergabung dalam Tim Relawan Peduli Aceh. Tim yang dipimpin Bupati itu, terdiri atas dua dokter, empat paramedis serta alumni STPDN. Di bandara itu, telah menunggu sukarelawan yang tiba sebelumnya serta dari kader PDI-P yang telah bertugas sejak Minggu (9/1).

Selain itu, telah menunggu para sukarelawan yang diberangkatkan pada Sabtu (15/1) melalui perjalanan darat dan mengangkut bantuan obat-obatan, bahan makanan, roti, susu kental manis serta susu bubuk.

Sementara itu, bantuan pakaian pantas pakai dan makanan yang dibawa dengan tujuh truk oleh 12 sukarelawan kader PDI-P, sudah didistribusikan kepada pengungsi.

''Rakyat Aceh benar-benar memerlukan bantuan. Bencana tsunami telah mengubah segalanya. Mereka anak-anak bangsa, perlu uluran tangan kita bersama. Inilah yang membuat kami memberangkatkan para sukarelawan,'' ujar Bupati Bambang Bintoro saat dalam perjalanan dari Bandara menuju ke Pendapa Gubernuran.

Begitu memasuki Kecamatan Inginjaya, terasa sekali pemandangan yang memilukan. Di tepi jalan yang menghubungkan Bandara Sultan Iskandar Muda di Desa Blang Bintang dengan Banda Aceh tersebut, terdapat gundukan tanah yang sedang diratakan dengan buldozer.

''Itu kuburan massal, ratusan mayat korban tsunami dimakamkan secara bersama dalam satu lobang besar. Setelah itu, langsung diuruk kembali,'' ujar Parwieto Ag, koordinator sukarelawan dari PDI-P ''Alas Roban'' saat menjelaskan kepada Bupati.

Mendengar penjelasan itu, Bupati yang duduk berdampingan dengan Ketua DPRD Batang Purwanto dan Ketua Komisi A M Zaenudin SH terlihat haru.

Dahsyat

''Benar-benar bencana alam yang dahsyat sekali. Sudah sepantasnya kalau kami mengirimkan sukarelawan. Rakyat benar-benar membutuhkan bantuan,'' ujar Bambang Bintoro.

Rombongan kemudian menuju kompleks Gubernuran. Di tempat itu tidak ada aktivitas, dan kantor dalam kondisi rusak parah. Hanya ada tiga prajurit marinir bersenjata lengkap yang sedang berjaga-jaga.

Perjalanan rombongan dilanjutkan ke Pendapa Gubernur untuk menyerahkan sumbangan. Di tempat itu, sudah banyak pengungsi yang menunggu.

''Kok ada tulisan "Bantuan dari Masyarakat Kabupaten Batang untuk Korban Gempa Bumi dan Tsunami di Aceh". Apa akan dibagi di sini, kapan Mas?'' tanya Taufiq (48), seorang pengungsi begitu membaca tulisan di bak truk yang membawa bantuan memasuki halaman Pendapa Gubernuran itu.

Acara berlangsung sangat singkat dan tanpa duduk, bahkan bertindak sebagai pembawa acara Ny Ning Sabino SH yang sehari-hari menjabat Kasubag Protokol Pemda Batang. Pada kesempatan itu, Bupati menyerahkan bantuan Rp 510.528.750, di samping menyerahkan secara simbolis 17 sukarelawan.

Sumbangan berasal dari PNS di kabupaten yang berpenduduk 900.000 jiwa.

Usai penyerah cek yang dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara tersebut, ada kejadian yang unik, yakni saat meminta berita acara distempel Pemerintah NAD. Disebut unik, sebab ternyata stempel tidak ada karena hanyut.

''Penderitaan masyarakat Aceh ternyata juga dirasakan oleh masyarakat lainnya. Termasuk juga warga Kabupaten Batang. Terima kasih rakyat Batang, dalam keadaan seperti ini sekecil apa pun bantuan, sangat berguna bagi Aceh.'' kata Azwar yang hanya didampingi seorang ajudan. (58m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA