| Senin, 24 Januari 2005 | KEDU & DIY |
LERENG MERAPIProfesionalisme Advokat DibahasYOGYAKARTA - Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Laboratorium Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH-UII) Yogyakarta, Senin (24/1) ini mengadakan Stadium General Karya Latihan Hukum (Kartikum). Kegiatan angkatan ke-22 di ruang sidang lantai III kampus Jalan Tamansiswa itu akan membahas "Eksistensi dan Profesionalisme Advokat dalam Penegakan Hukum di Indonesia" bersama advokat Frans Hendra Winata SH MH.(P58j) Lomba Penulisan Pelajar TEMANGGUNG - Sejumlah siswa, baik SD, SMP, maupun SMU, di Temanggung mulai banyak yang mendaftar ikut lomba penulisan pelajar tentang lingkungan hidup. Lomba tersebut diselenggarakan Forum Wartawan Temanggung (FWT); mulai dibuka bulan ini hingga akhir Februari 2005. Wakil ketua panitia, M As'adi menjelaskan naskah dari peserta sudah mulai banyak yang masuk ke sekretariat Balai Wartawan Temanggung. Lomba tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2005, sebagai wujud kepedulian FWT terhadap kondisi lingkungan Gunung Sumbing - Sindoro. Sembilan pemenang akan mendapatkan hadiah uang yang totalnya mencapai jutaan rupiah.(nt-76a) Nonmuslim Ikut Berkurban KEBUMEN - Eko Hermawan (55), warga nonmuslim asal Jl Yos Sudarso Gombong, sejak 1997 mengaku ikut memotong dua ekor kambing untuk kurban. Tahun ini, pengusaha toko elektronik ''Bares Jaya'' Gombong itu bekerja sama dengan SMK Ma'arif VI Kecamatan Ayah, juga berkurban dua ekor kambing, dan dagingnya dibagikan ke Pondok Pesantren Al Mukmin Desa Mangunweni dan Pondok Pesantren Assafa Desa Candirenggo di Kecamatan Ayah, disaksikan Kepala SMK Ma'arif VI Ayah Agus Sarwasis yang juga ikut berkurban seekor kambing.(B3-76a) DPD PKS Bantu Aceh WONOSOBODPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten wonosobo mengirim tiga orang relawan, uang rp 16 juta serta satu truk barang-barang ke Aceh. Dalam siaran pers yang ditandatangani Ketua Media Citra Sejahtera Abdillah Achmad Choiri yang dikirim ke redaksi menjelaskan, bantuan tersebut berasal dari para kader dan simpatisan. (76) Kakak Tewas Dipukul Adik SLEMAN- Takdir bisa terjadi kapan saja. Itulah, yang dialami seorang warga Dusun Barongan, Desa Banyurejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, Kemat (40). Nyawanya melayang di tangan adik kandungnya sendiri, Samat (35). Kepalanya dipukul dengan pipa besi, sehingga mengakibatkan dia tewas. Keterangan menyebutkan, sambil menunggu shalat subuh setelah makan sahur (20/1/2005) untuk berpuasa menjelang Idul Adha lalu, korban bergolek di tempat tidur kamarnya. Mendadak dia didatangi adiknya, yang diketahui menderita gangguan kejiwaan. Tanpa basa-basi, tiba-tiba adiknya mengayunkan pipa besi sepanjang 1,5 meter ke arahnya. Walaupun belum sadar penuh, pada awalnya korban masih sempat menangkis pukulan dengan tangannya. Tapi ayunan tangan tersangka selanjutnya tepat mengenai bagian belakang kepala. Karena luka yang cukup parah, Kemat dibawa ke RSUP Dr Sardjito oleh tetangga sekitar, tapi nyawanya tidak tertolong. Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Tri Wahyudi, kepada wartawan mengatakan, karena diketahui mengidap sakit jiwa, tersangka tidak bisa dimintai keterangan maupun dimintai pertanggung-jawaban atas perbuatannya. Namun demikian, untuk menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan, untuk sementara waktu tersangka Samat dikurung di sel tahanan Polsek Tempel, Sleman.(P58-76a) |