| Senin, 24 Januari 2005 | KEDU & DIY |
Dekranas Yogya Kembangkan Kerajinan Patung NjawaniYOGYAKARTA- Pengurus Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Hamzah Hendro Sutikno yang juga pemilik Pusat Batik dan Kerajinan Mirota Batik Yogyakarta, kini berusaha mengembangkan produk kerajinan patung yang njawani. Selain itu dia juga tetap mengembangkan kerajinan fungsional atau yang memiliki kegunaan ganda, yaitu selain sebagai suvenir juga dapat digunakan sehari-hari. ''Kami harapkan produk-produk kerajinan patung yang njawani itu bisa menjadi tren baru, sebagai produk yang dicari oleh wisatawan domestik dan mancanegara.'' ujarnya di rumahnya, Kotabaru Yogyakarta kemarin. Dia mengatakan, produk kerajinan terus berkembang, sedangkan permintaan pasar bergeser sesuai dengan persaingan produk kerajinan dari berbagai negara. Misalnya China dengan produk kerajinan yang berharga kompetitif, Malaysia, Thailand, bahkan Vietnam. Melihat permintaan pasar dan tren ke depan, diprediksikan pada 2005 ini kerajinan fungsional masih tetap kuat mengisi pasaran aneka kerajinan di Indonesia. ''Karena itu perajin-perajin Yogyakarta harus mengantisipasi itu dengan menggarap kerajinan yang fungsional.'' Hamzah menuturkan, berbagai produk kerajinan fungsional yang bisa dikembangkan antara lain korden, taplak meja, tempat lilin, dan tempat korek api, meski tren itu juga sudah banyak digarap oleh perajin China. Bahkan produk mereka sudah membanjiri pasar dunia. Diharapkan pada awal Maret 2005 Toko Mirota Batik di Jalan A Yani Yogyakarta sudah bisa beroperasi. Toko yang beberapa waktu terbakar habis itu kini dalam pembangunan tahap akhir. Toko terdiri atas dua lantai, untuk toko dan kantor. Hamzah pun kini mulai membuka peluang kepada para perajin untuk memamerkan produk mereka di show room toko tersebut. ''Penyetoran barang-barang aneka produk kerajinan sudah dapat dilakukan sejak sekarang. Diharapkan, Maret 2005 produk-produk tersebut sudah terpajang dengan rapi.'' (P12-76i) |