logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 23 Januari 2005 OLAHRAGA
Line

Ditahan Persiwa 1-1

JEPARA- Persijap Jepara yang kemungkinan besar akan berkompetisi di Divisi Utama tahun ini, mendapat pelajaran berharga dari Persiwa Wamena. Pada pertandingan uji coba yang diprakarsai kelompot suporter Jetman di Stadion Kamal Djunaidi, Sabtu sore kemarin, tim yang baru saja promosi ke Divisi I itu mampu mengimbangi tuan rumah dengan skor 1-1. Bahkan, mereka nyaris unggul dulu jika gol Peter Romaropen pada menit ke-67 tidak dianulir wasit Harsono.

Pada pertandingan yang disaksikan enam ribu penonton, Persijap memimpin melalui gol Niame Mamadou pada menit ke-71. Striker lincah Wamena, Peter Romaropen membalas melalui tembakan bebas pada menit ke-89.

Di babak pertama, tuan rumah yang menurunkan pemain utama, lebih menguasai permainan. Namun, beberapa peluang yang diciptakan Miro Baldo Bento, Jemy Suparno maupun Mamadou, tak membuahkan gol. Menjelang babak pertama berakhir, bek kanan Anjar Jambore Widodo ditandu keluar lapangan. Kepalanya luka saat berbenturan dengan Huberto Monim. Karena lukanya cukup parah, dilarikan ke rumah sakit.

Dominasi Laskar Kalinyamat yang tidak diperkuat Arilson de Oliviera mulai berkurang saat babak kedua berjalan. Giliran tim asuhan Joko Susilo yang bermaterikan sebagian besar pemain lokal Wamena, mulai rajin melakukan serangan balik. Striker Peter Romaropen yang baru dipasang babak kedua, mengejutkan ribuan penonton, ketika berhasil merebut bola lepas dari tangkapan kiper Dwi Adi Nugrahanta, dan menyambar bola masuk gawang.

Namun, oleh wasit Harsono, gol itu dianulir. Pemain bernomor punggung 10 itu dianggap melakukan pelanggaran terhadap kiper terlebih dahulu. Keputusan itu pun diteriaki penonton. Bahkan, penjaga papan skor dengan nakal memasang angka 10 di bawah nama Persiwa.

Salto

Selamat dari kekalahan, Bento dkk terus melakukan tekanan balik. Kebuntuan akhir cair, berkat aksi cepat Niame Mamadou. Bola liar di mulut gawang langsung disambar, gagal diselamatkan kiper Timotius Mete.

Unggul satu gol, beberapa kali peluang menambah gol tercipta. Namun semuanya gagal memperbesar kemenanga.

Sebaliknya, Persiwa akhirnya menyamakan skor menjadi 1-1 lewat tembakan bebas Peter Romaropen. Usai memperdayai Dwi Adi Nugrahanta yang masuk di babak kedua menggantikan Daniel Sarogie, Peter langsung meluapkan kegembiraan dengan melakukan salto ke belakang beberapa kali.

Walau hanya uji coba, ternyata pertandingan berjalan keras. Wasit mengusir dua pemain dengan kartu merah, karena dianggap melakukan pelanggaran berat. Yang pertama diusir adalah pemain tamu Nasrul Hariyono, menyusul kemudian pemain Persijap Bambang Sulistyo. "Walau tidak menang saya puas, karena bisa melakukan evaluasi permainan anak-anak. Persijap tidak bisa menang karena lemahnya koordinasi, terutama lini belakang. Jadi bukan soal Olivieira main atau tidak," tutur Pelatih Rudy William Keltjes.

Keltjes yang mengenal beberapa pemain Persiwa, karena sebelumnya pernah menjadi pemain asuhannya, memuji penampilan lawan. "Persiwa main kompak. Maklum mereka sudah sering uji coba. Staminanya juga rata-rata bagus," puji Keltjes yang pernah melatih Persipura.

Persiwa sudah terkenal tangguh semenjak persiapan putaran nasional Divisi II. Dalam partai uji coba, mereka pernah mengalahkan Persipura 5-2 (saat masih dilatih Yudi Suryata) tahun 2004 lalu. Ketika Persipura ganti pelatih Suharno yang menggantikan Yudi pada putaran kedua Kompetisi Divisi Utama, juga kelah 3-4 dalam pertandingan persahabatan.

Pelatih Joko Susilo puas, karena Hernan Runtini dkk bisa mengimbangi Persijap yang kelasnya di atas Persiwa. "Anak-anak bermain lepas, jadi tak ada beban di lapangan," cetus pelatih asal Malang itu.

Sebelum ke Jepara, Persiwa sudah menjajal tiga tim Jateng. Hasilnya, menang 2-1 atas Persis Solo, menang 1-0 dari Persiku, kalah 0-1 karena tendangan penalti dari Persipur.(kar-22)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA