logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 17 Januari 2005 NASIONAL
Line

SOSOK

Tak Lupakan Aceh


Ratna Riantiarno SM/Benny Benke

SEBAGAI motor penggerak komunitas Teater Koma, Ratna Riantiarno mempunyai kesibukan yang sangat padat. Terlebih jika teater pimpinan Nano Riantiarno, yang tidak lain adalah suaminya sendiri itu hendak menggelar pertunjukan.

Setelah menggelar pentas amal ''Republik Togog'' untuk korban gempa dan badai tsunami Aceh di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki Jakarta, belum lama ini, Teater Koma berniat kembali mengelar pentas lakon teranyarnya dalam waktu dekat.

Dan di sela-sela waktu latihannya, Ratna yang masih tampak anggun dan ayu menyempatkan diri menyumbangkan sebuah tembang dalam ''Dwi Pekan Kepekaan Seniman: Bangkit Aceh''.

''Kegiatan amal seperti ini sudah sepatutnya mendapat dukungan dari kita semua,'' kata Ratna yang tampil bersama enam punggawa Teater Koma yang memboyong gitar akustik dan organ di atas panggung yang dibangun di selasar Galeri Nasional Indonesia (GNI) Jakarta, baru-baru ini.

''Sebelum ini, kami juga telah menyumbangkan semua perolehan dalam pentas amal kami yang juga diberikan kepada saudara-saudara kita yang sedang dirundung duka,'' tambahnya serius namun kemayu.

Setelah itu, dari nyaring suaranya mengalun tembang hymne berjudul ''Untuk Aceh''. Salah satu penggalan liriknya berbunyi: "Aceh demi Tuhan, kau tak akan pernah kutinggalkan".

Di bawah panggung, ketika usai menembangkan lagu yang diciptakan khusus untuk mengenang tragedi Aceh itu, Ratna bertutur lirih: ''Saya merinding kalau mengenang tragedi aceh''. (G20-81)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA