logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 17 Januari 2005 SEMARANG
Line

Doa Tsunami dan Kritisi Garebek Demak

DEMAK- Sejumlah mahasiswa berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam Barisan Muda, Sabtu malam (15/1) menggelar refleksi budaya, berkirim doa bagi korban tsunami di Aceh, menyikapi krisis identitas budaya di Demak, dan pentas teatrikal oleh Teater Asin, di Alun-alun Demak.

Rangkaian acara itu, dikemas dalam Refleksi Budaya dan menampilkan dua nara sumber dari Kota Wali, Demak. Mereka yaitu, Drs Nur Hamid (sejarawan) dan Drs Thoifuri MAg (pengamat budaya). Sedangkan mahasiswa yang hadir dari perwakilan perguruan tinggi, antara lain Universitas Islam Negeri Malang (Unisma), Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Jepara, STAIN Kudus, Universitas Negeri Semarang (Unes), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Demak, dan Universitas Sain Alquran (Unsiq) Demak.

Koordinator Barisan Muda Demak, Nur Wahid menyatakan, barisan muda Demak ini sebagai langkah taktis dan strategis untuk menyikapi persoalan yang terjadi di Demak, masyarakat, dan sekaligus mengontrol pemerintahan.

"Malam ini kami menggelar refleksi budaya di Alun-alun, dan doa keprihatinan atas korban tsunami di Aceh dan menyikapi garebek besar di Demak," ungkap dia.

Menurut Nur Wahid, refleksi itu dalam bentuk sarasehan budaya dengan tema "Mengembalikan Ruh Budaya Demak dan Membuka Ruang Partisipasi Budaya Bagi Masyarakat". Sebelumnya, acara itu ditandai dengan pentas teater yang dimainkan anak-anak Teater Asin Barisan Muda Demak. Teatrikal itu menggambarkan soal matinya budaya Demak yang berdampak pada kebingungan pemuda Demak untuk mencari identitas budaya bagi Kota Demak.

Nur Wahid juga menyoroti soal penyelenggaraan keramaian garebek besar. Kegiatan garebek besar Demak itu selama ini dinilai tidak memberikan ruang bagi apresiasi budaya Demak.

Pihaknya mengimbau agar pelaksanaan tradisi garebek perlu dirangkai dengan seni kreatifitas seni masyarakat Demak dan diselingi dengan pendidikan budaya. Misalkan, melibatkan partisipasi kelompok-kelompok seni, seperti wayang kulit, seni musik terbangan, seni barong, ketoprak, tari zipin, dan lainnya. (F2-73)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA