| Kamis, 13 Januari 2005 | SALA |
Miras Banyak Dikonsumsi RemajaTINGKAT konsumsi alkohol di kalangan remaja di daerah Sragen, sungguh mengkhawatirkan. Indikasi meningkatnya konsumsi alkohol terlihat dari meningkatnya permintaan minuman keras (miras) di sejumlah kios/toko dan warung eceran. Pembelinya rata-rata remaja berusia 17 - 22 tahun. Para penjual mengaku kerap melayani permintaan miras para remaja. ''Sebenarnya kami berniat menolak, tapi kalau ditolak mereka malah mengajak bertengkar,'' tutur Sipar (45), penjual minuman keras jenis ciu di Sragen. Dia mendatangkan ciu dari Bekonang, Sukoharjo. Di sebuah toko di depan kawasan Shopping Centre Jl Raya Sukowati Sragen, permintaan miras kalangan remaja cukup banyak. Bahkan pada malam Minggu, permintaan bisa meningkat dua kali lipat. Jenis minuman yang diperjualbelikan di toko meliputi topi miring dan vodka. Kedua jenis minuman dalam botol berbentuk gepeng sangat praktis disimpan di saku celana dan digemari para remaja. Ada sejumlah alumnus siswa SMAN 3 Sragen 2004 yang menaruh keprihatinan dan pernah menyusun karya tulis menyangkut tindak kenakalan remaja SMA berikut perilakunya dalam minum minuman keras. ''Sampai sekarang, ada beberapa teman kami yang membuat karya tulis serupa, yakni mengangkat persoalan pelajar mengonsumsi miras,'' kata Ryan, siswa kelas 3 SMAN 3 itu. Bawa Botol Sejumlah remaja yang begadang di seputar Alun-alun Sasana Langen Putra yang berhadapan dengan kantor Setda Sragen itu, sering membawa botol miras. Mereka tidak segan-segan berkumpul di alun-alun Sragen untuk menikmati miras sambil begadang. Sebenarnya operasi miras di daerah itu sering digelar. Namun, produk barang yang meracuni generasi muda itu masih deras mengalir di Sragen. Setiap kali ada pemusnahan barang bukti di halaman Polres Sragen, miras yang dikumpulkan sangat banyak. Dampak negatif yang dipetik akibat mengonsumsi miras adalah para remaja menjadi lebih agresif dan mudah tersinggung. Sejumlah kasus pemukulan dan tawuran yang melibatkan remaja, ketika diteliti ternyata berawal dari pengaruh minuman keras. Kapolres AKBP Drs Charles Himler Ngili menyatakan prihatin jika banyak remaja yang sudah kecanduan minuman beralkohol. ''Miras menjadi salah satu faktor penyebab anak berkelahi, meskipun bukan penyebab utama terjadinya perkelahian,'' katanya. Untuk mengantisipasi merebaknya pelajar menenggak miras, para guru dan orang tua perlu mengawasi anak didiknya. Beredar kabar, setiap toko penjual miras jenis vodka dan topi miring yang barangnya berhasil disita petugas dalam sebuah operasi penyakit masyarakat (pekat), akan diganti semua oleh produsennya. Alhasil, peredaran miras di Kabupaten Sragen tetap lancar. Apalagi produsen mengetahui tingkat konsumsi miras di Sragen sangat tinggi dan menguntungkan dari sisi bisnis miras. (Anindito AN-85m) |