logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 13 Januari 2005 SALA
Line

"Saya Kecewa karena Dikorbankan"

HERU Sutriman pada Rabu kemarin menemui sejumlah wartawan di Gedung DPRD. Guru wiyata bakti (WB) SMK Bhina Karya tersebut mengaku tersudut oleh pemberitaan media massa atas pencoretan dirinya sebagai CPNS Depag Karanganyar. ''Saya kecewa, saya dikorbankan oleh Depag. Nama baik saya telanjur tercemar. Apalagi saya dituduh melakukan kecurangan,'' katanya.

Menurut sarjana fisika lulusan IKIP Surabaya itu, pembatalan yang dilakukan Depag itu merupakan keputusan sepihak dan tidak adil. Pasalnya, selain dirinya masih ada lagi beberapa orang yang diterima sebagai CPNS Depag meski mereka tidak ikut ujian seleksi tertulis. ''Saya menyimpan nama itu, tapi tidak etis kalau saya beberkan sekarang,'' tandas dia yang mengaku menolak membubuhkan tanda tangan ketika disodori pernyataan oleh Kepala Depag Karanganyar Abdul Mungid.

Kenapa Anda mendaftar di dua tempat? ''Itu bagian dari strategi untuk bisa diterima sebagai CPNS. Bagaimanapun setiap orang yang akan maju berperang pasti punya strategi,'' tutur dia yang berencana akan terus menjadi guru.

Heru Sutriman menyimpan cerita. Ketika pendaftaran CPNS dimulai, dia mendaftar sebagai guru di dua tempat. Yaitu, di Depag dan Dinas P dan K (BKD) dengan nomor pendaftaran 068366 dan 1192907. Lelaki itu memilih ikut ujian seleksi tertulis di BKD karena dirinya merasa mempunyai peluang lebih besar.

''Saya punya sertifikasi guru wiyata bakti yang diakui Dinas P dan K. Karena melihat peluang itu lebih besar, saya ikut tes di BKD, yaitu di SMP 3,'' tuturnya.

Ketika penerimaan CPNS itu diumumkan pada 27 Desember 2003, Heru mengaku sudah lunglai. Sebab, dirinya tidak terdaftar dalam pengumuman yang ditempel di BKD. Namun, keesokan hari, dia kembali bergairah ketika dia disalami oleh koleganya sesama guru SMK Bhina Karya karena diterima CPNS Depag sebagai guru MTs bidang studi IPA. Karena diterima, dia mendaftar ulang dan mengikuti prosedur sebagaimana CPNS lain yang diterima.

''Saya optimistis tetap bisa diterima sebagai CPNS Depag selama tidak ada protes dan keberatan dari masyarakat,'' ujar Heru yang mengaku telah menemui pejabat Kanwil Depag Jateng di Semarang. (Langgeng Widodo-20e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA