logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 13 Januari 2005 PANTURA
Line

Ikmal, Tempat Kumpul Orang Pemalang di Jakarta

ORGANISASI massa dalam situasi tertentu terkadang diartikan sebagai kendaraan politis. Demikian pula Ikatan Masyarakat Pemalang di Jakarta (Ikmal). Padahal, organisasi tersebut lebih tepat disebut sebagai tempat berkumpul atau forum silaturahmi orang Pemalang di Ibu Kota.

Anggapan minir semacam itu muncul pula ketika Bupati Pemalang HM Machroes SH bertemu dengan warganya di Jakarta, Minggu (9/1) pagi. Padahal, sejak awal nawaitunya adalah silaturahmi. Pertemuan yang diberi label halalbihalal tetapi tetap saja ada pihak yang menilai ada udang di balik batu.

Karena ada anggapan seperti itu, ketua panitia acara Yugo Wijaya SH dalam sambutannya buru-buru menyebutkan, pertemuan tersebut bukan untuk tujuan politis melainkan wadah silaturahmi antara Bupati dan warganya di perantauan.

''Ini pertemuan silaturahmi warga Pemalang untuk Pemalang, bukan pertemuan politis menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada),'' ujarnya.

Secara umum pertemuan itu berjalan efektif. Artinya, warga Pemalang yang berada di perantauan bisa lebih dekat dengan pemimpinnya. Mereka bahkan tidak sungkan-sungkan mengadu kepada Bupati tentang tarif penyambungan listrik PLN yang relatif mahal, kerusakan jalan desa, dan kebutuhan air bersih.

Suasana Pemalang

Kendati berlangsung di GOR Tanjungpriok Jakarta Utara, suasananya seperti di Pemalang. Hal itu terasa sekali ketika para hadirin mengobrol dengan dialek pemalangan yang medok serta makanan yang disuguhkan. Panitia bahkan mengusung makanan khas grombyang ke Jakarta. Selain itu, tampak pula beberapa spanduk menggunakan bahasa daerah, misalnya, ''Sedulur-sedulurku wong Pemalang, ayo sing pada rukun, urip nang perantauan aja pada tukaran lan sing sering pada ngumpul kanggo ngraketake''.

Sebelum masuk ruangan, para undangan mengisi biodata. Mereka juga mendapat kalender bergambar Bupati HM Machroes bersama istri. Setelah sambutan, beberapa tokoh orang Pemalang di Jakarta termasuk Ketua Ikmal H Khumaedi, mendengarkan ceramah agama dari H Rhoma Irama.

Di depan warganya, Machroes menyampaikan beberapa kategori keberhasilan membangun Pemalang selama hampir lima tahun ini. Antara lain kenaikan peringkat mutu pendidikan Pemalang di Jateng serta bertumbuh dan berkembangnya kegiatan agropolitan di Desa Gombong, Belik sehingga menjadi tempat studi banding daerah lain.

''Setidaknya saya telah meletakkan dasar-dasar pembangunan yang dapat dilanjutkan oleh pemimpin pengganti kelak. Syukur-syukur saya diberi kepercayaan lagi untuk melanjutkan,'' katanya disambut hangat hadirin.

Dalam acara itu juga diedarkan kotak amal sumbangan untuk Aceh. Bupati menyumbang Rp 5 juta. (Saiful Bachri-74j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA