logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 13 Januari 2005 OLAHRAGA
Line

KTM Pertimbangkan Mundur

  • Menyusul Kematian Meoni

DAKAR - Pabrik sepeda mo-tor Austria KTM sedang mempertimbangkan masa depan mereka di reli Dakar menyusul kematian pembalap Italia Fabrizio Meoni pada Selasa.

Panitia balapan membatalkan tahapan sepeda motor ke-12, Rabu, menyusul kematian Meoni, dan para pembalap langsung menuju Bamako untuk tahapan selanjutnya.

Sebuah pernyataan mengisukan KTM menyarankan kepada seluruh pembalapnya untuk mundur dari lomba tahun ini, namun pernyataan itu mengatakan keputusan itu ada pada individu apakah akan meneruskan atau tidak.

Meoni, juara 2001 dan 2002, tewas karena serangan jantung setelah bertabrakan dalam etape ke-11. Kematiannya datang sehari setelah pembalap KTM asal Spanyol Jose Manuel Perez yang bertabrakan dalam suatu tahapan pekan lalu, tewas dalam cedera di rumah sakit.

Pada September, pembalap KTM Prancis Richard Sainct, tiga kali memenangi Reli Dakar, tewas setelah bertabrakan di Reli Pharaohs. "Sejak KTM kehilangan dua pembalap terbaik mereka Fabrizio Meoni dan Richard Sainct dalam kecelakaan yang fatal hanya dalam periode beberapa bulan, pabrik itu akan merenungkan masa depan untuk olahraga reli," kata KTM.

KTM merupakan pabrik sepeda motor yang dominan dalam lomba dan sembilan dari 10 yang telah mencapai finish pada tahapan Selasa adalah mesin KTM.

Direktur olahraga KTM Heinz Kinigadner mengatakan kepada kantor berita Austria APA pada Rabu: "Pendapat saya secara pribadi, saya menginginkan seluruh pembalap KTM akan kembali ke kandang. Itu tragis dan mengharukan. Sebelum start Dakar, saya berkata kepada dia (Meoni) apakah dia akan suka mengelola tim KTM di masa depan?"

"Pengunduran dari reli itu bukan suatu pernyataan simpati tapi juga satu keselamatan karena tidak satu pun dalam tim bisa mengalami kecelakaan yang tragis itu."

"Dakar bukan berjalan di taman. Dalam pendapat saya itu tidak membuat rasa terus menerus tapi itu hanya pendapat pribadi saya," tambahnya.

Meoni (47) sebelum lomba pernah mengatakan bahwa Dakar akan menjadi lomba terakhirnya. (ant-57)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA