| Kamis, 13 Januari 2005 | OLAHRAGA |
PASI Solo Sulit Latihan di ManahanSOLO - Pengurus PASI Solo mengeluhkan sulit menggunakan fasilitas lintasan atletik di Stadion Manahan Solo untuk latihan. Padahal lintasan atau track dari tartan bertaraf internasional itu, dipakai atau tidak, tetap akan rusak. Namun jika ingin meminjam latihan PASI harus menyewa dengan tarif mahal. Keluhan tersebut disampaikan oleh Sekretaris II PASI Solo Waluyo dalam acara koordinasi antara KONI Solo dan pengurus cabang olahraga di Hotel Sahid Raya Solo, kemarin. Waluyo yang juga pelatih atletik menyatakan, saat dia diminta mempersiapkan atlet dari Penca yang akan terjun di Porcanas Palembang, hanya mendapat kesempatan latihan satu kali. Padahal kondisi track di Palembang hampir sama dengan Stadion Manahan. Karena itu, sementara ini atlet PASI terpaksa latihan di Stadion Maladi Solo, dengan track dari pasir. "Dengan kondisi seperti sekarang, sulit bagi atletik Surakarta berprestasi maksimal pada porda September mendatang," ujarnya. Menurut dia, lintasan atletik di Stadion Manahan Solo, jika tidak dimanfaatkan atau tidak dipakai akan mengalami kerusakan. Sebab tartan itu akan mengeras. Namun jika untuk latihan, tartan akan lunak dan menyesuaikan kondisi. "Jika nanti rusak, lintasan tersebut tidak memenuhi syarat untuk pertandingan resmi," jelasnya. Acara koordinasi tersebut dihadiri 19 dari 29 cabang induk organisasi olahraga. Hadir juga segenap pengurus KONI Solo, termasuk ketua umum, Suroto Mangunsudarmo yang mengharapkan dalam pertemuan tersebut bisa dirancang program kerja, khususnya menjelang Porda Jateng September mendatang. "Keluhan dari PASI akan kami tindaklanjuti agar bisa latihan track di Stadion Manahan," janji Suroto. Sementara itu, Ketua Harian KONI Solo Prof Dr H Aris Sadiyanto mengkhawatirkan ada pembajakan atlet berprestasi atau atlet potensial dengan iming-iming bonus dan pekerjaan. "Hingga sekarang belum ada penangkal. Hanya kami berharap Pemkot ikut memikirkan," ungkapnya. Pada kesempatan tersebut, dia mengimbau kepada seluruh induk cabang olahraga untuk mencari bapak asuh atau pemilik klub untuk membantu kesinambungan dan peningkatan prestasi. KONI Solo sudah mendapat tiga bapak asuh yang akan menangani cabang tenis meja, tinju,dan taekwondo. (P44-57i) |