| Kamis, 13 Januari 2005 | OLAHRAGA |
Gaji Tertinggi Pemain Persibas Rp 1 Juta/BulanPURWOKERTO-Walau nilai kontrak relatif kecil, para pemain Persibas Banyumas tetap menunjukkan semangat dan loyalitas tinggi untuk membela daerahnya dalam kompetisi Divisi II-A Jateng 2005. Hal itu ditunjukkan dengan permainan bagus saat uji coba melawan Persikabo Kabupaten Bogor (kalah 0-1) dan PSB Kota Bogor (0-0), baru-baru ini. Padahal dua kesebelasan itu diperkuat pemain asing. Demikian keterangan Manajer Tim H Sutarno SH, sore kemarin. Dia menjelaskan, dalam musim kompetisi ini, dana untuk Persibas minim. Kebutuhan satu musim minimal Rp 300 juta, namun baru tersedia Rp 144 juta. Dana itu dari APBD yang disalurkan lewat KONI setempat. Dengan dana terbatas, gaji pemain terhitung kecil dibanding tim-tim lain. Terendah Rp 500 ribu/bulan dan tertinggi Rp 1 juta/bulan. Padahal ada pemain Banyumas yang musim lalu memperkuat klub lain mendapat bayaran lebih tinggi. Sekalipun demikian, mereka tetap mau memperkuat Persibas. Contoh, Ipung di Bogor digaji Rp 3 juta/bulan, sekarang di Persibas memperoleh Rp 1 juta/bulan. Begitu juga Eka dan Soleh. Gaji itu diberikan selama lima bulan kompetisi. Penjualan Tiket Unuk menutup kebutuhan, tambahnya, akan dicarikan dana dari sponsor dan penjualan tiket. Upaya itu, lanjutnya, mudah-mudahan berhasil. Kalau tidak, Sutarno tak tahu apakah timnya bisa mengikuti kompetisi sampai selesai. Alokasi dari KONI Banyumas Rp 144 juta itu dihitung hanya berdasar kebutuhan mengikuti pertandingan saja. Satu kali main dihitung Rp 8 juta, dalam satu musim bermain 18 kali. ''Tapi kami akan terus maju sampai di mana nanti.'' Untuk pemusatan latihan, perlengkapan pemain seperti sepatu dan kostum, serta kontrak pelatih dan manajer belum tercantum. Anggaran rutin latihan 8 juta/bulan. Kalau ada pemusatan latihan, bisa Rp 32 juta/bulan. Ditemui terpisah, Ketua Harian KONI Banyumas Drs Sukardi MSiOR mengatakan, pihaknya memberi perlakuan sama kepada semua cabang olahraga. Dana yang diberikan ke Persibas untuk mengikuti kompetisi. Satu kali bertanding butuh Rp 8 juta, dikalikan 18 pertandingan. (bd-22) |