| Kamis, 13 Januari 2005 | OLAHRAGA |
Niane Mamadou Sumbang Dua GolJEPARA-Pola 3-4-3 yang diterapkan Pelatih Rudy William Keltjes kepada para pemainnya mampu mengatasi lawannya, Kenari Selection Kalinyamatan. Kuncoro dkk menang 4-0 dalam duel latih tanding 100 menit di Stadion Kamal Djunaidi, sore kemarin. Jemi Suparno mencetak gol pertama pada menit ke-21. Niane Mamadou menambah kemenangan, masing-masing tercipta pada menit ke-26 dan ke-31. Danan Puspito mencetak gol keempat timnya pada menit ke-91. Pertandingan praktis hanya menempati separo lapangan di 50 menit babak pertama. Persijap mampu mengurung lawannya. Pada menit-menit awal tercatat kurang lebih enam peluang yang seharusnya menghasilkan gol. Dua dari enam peluang itu ada di kepala Jemi Suparno. Pada menit ke-7 dia menyundul umpan Oliviera dari sisi kanan gawang lawan. Sayang, bola itu masih membentur gawang yang dijaga Suko Wiyono. Bola yang mental disambar lagi dengan kaki kanan Jemi, namun arahnya melambung melewati atas mistar. Kejadian hampir sama terjadi pada menit ke-10. Bola dari Oliviera yang disundul mantan penyerang Persipura itu mengenai mistar. Dua menit kemudian assist-nya disundul keras Nianae Mamadou, namun lagi-lagi bola menerpa mistar. Gol pembuka baru tercipta pada menit ke-21 lewat heading Jemi memanfaatkan bola dari Oliviera. Unggul 1-0, menit terus menekan lawannya. Lima menit kemudian, striker asal Mali, Niane Mamadou menyambar umpan Oliviera dari kanan dengan kaki kirinya yang membuat Suko Wiyono mengambil bola dari dalam gawang untuk kedua kalinya. Mamadou yang memiliki kelebihan dalam heading, memperbesar kemenangan setelah bola atas dari kepala Jemi berhasil ditanduknya, sekalipun ditempel ketat lawan. Skor pun berubah jadi 3-0, yang tetap bertahan hingga 50 menit babak pertama. Mobilitas kurang Pada babak kedua Kenari Selection mengganti hampir seluruh pemainnya. Mereka tampil lebih berani dan sesekali berhasil keluar dari tekanan lawan. Keltjes pun mennganti beberapa personelnya dengan pemain-pemain muda seperti Dedy, Danan Puspito, Stevan Rulin Keltjes, dan Agus Nurman. Namun, dari serangan-serangan yang dibangun, tak satu pun menghasilkan peluang emas. Serangannya mudah dibaca lawan. Di sisi lain mobilitas dan kerja keras pemain masih kurang. Gol di babak kedua baru tercipta pada menit ke-91 dari kaki kiri Danan yang menyambar bola muntah dari tangan kiper Suko Wiyono yang gagal menangkap tembakan keras Evaldo dari luar kotak pinalti. Usai pertandingan, Keltjes memberikan catatan tebal soal kerja keras pemain. ''Ini latih tanding pertama, catatan saya, kalian masih lamban. Saya tak suka bermain lamban. Di kompetisi, pemain yang dipasang adalah yang mau bekerja keras. Tanpa kerja keras jadi penonton saja,'' katanya. Dia mangakui, dalam latih tanding yang ia sebut small game itu, praktis permainan efektif hanya 30 menit di babak pertama. Selebihnya taktik yang diintruksikan tidak jalan. ''Butuh waktu tersendiri untuk membenahi taktik. Ini catatan yang akan menjadikan koreksi bagi saya dan tim,'' katanya.(mds,kar-22) |