| Kamis, 13 Januari 2005 | OLAHRAGA |
Warsidi Perkuat AremaMALANG-Pemain kelahiran Jepara, Warsidi, secara resmi memperkuat lini belakang Arema untuk kompetisi Divisi Utama tahun ini. Dia sudah mengikuti latihan di lapangan Agrowisata, Batu. Sebelumnya, bek tim nasional pada putaran final Piala Asia ini bermain di bawah bendera Persija Jakarta Pusat. Di barisan pertahanan tim berjuluk Singo Edan itu juga terdapat Aris Budi Parsetyo, Zainuri, dan pemain asing Claudio de Jesus. Sekalipun Warsidi telah bergabung, mereka sedang mendekati seorang pemain lain yang juga populer. Namun, manajemen tim masih merahasiakan namanya. Beberapa sumber menyebut pemain yang sedang didekati itu adalah Syamsul Bachri Chaeruddin yang pada musim lalu memperkuat lini tengah PSM Makassar. Ngosiasi sudah terjadi, tetapi dikabarkan belum ada kesepakatan. Kabarnya Syamsul keberatan menerima nilai kontrak Rp 300 juta yang ditawarkan manajemen Arema. Sekretaris Umum Satriya Budi Wibawa, melalui Humas Drs M Taufan, tidak membantah kabar soal Syamsul Bahri itu. Tapi secara tegas ia belum bisa bicara banyak tentang gelandang tim nasional itu. "Kita berusaha mendekati dan mengambil banyak pemain yang bisa memperkuat Arema." Saat ini, mantan juara Galatama itu memang sedang berkonsentrasi menyusun lini pertahanan. Setelah itu, baru Benny Dollo akan mengalihkan perhatiannya ke pemain depan. Alexander Pulalo Sebelum ini, bek kiri andal Alexander Pulalo yang sebelumnya bermain di Persib Bandung, sudah berhasil direkrutnya. Selain itu, mantan pemain Persikota Tangerang yang beristrikan putri Solo, Francis Yonga, hampir pasti didapat. Telah ada titik temu di antara dua pihak itu menyangkuti poin-poin kontrak. Yang jadi permasalahan adalah keputusan PSSI mengenai batasan jumlah pemain asing yang boleh dikontrak klub anggota Liga Indonesia. Tentang Joao Carlos Joao, pemain berusia 30 tahun asal Niteori Brasil yang pernah memperkuat Arema pada kompetisi Divisi I 2004, manajemen tim masih belum bisa memutuskan. "Gayanya yang stylish sebenarnya kurang cocok dengan kami. Selain itu, kami masih menunggu rekaman hasil pemeriksaan kesehatannya dari laboratorium kesehatan di Malang," kata Benny Dollo saat ditemui di Sekretariat Arema. Beberapa waktu lalu Joao seperti jual mahal, dengan mengulur-ulur kesepakatan nilai kontrak. Terlebih dia juga tidak kembali sesuai dengan batas waktu yang telah diberikan, yaitu 20 Desember 2004. Kini dia sering muncul di sekretariat maupun mes Arema dengan harapan bisa diterima kembali.(jo-22) |