| Kamis, 13 Januari 2005 | OLAHRAGA |
Dana dari APBD Diharapkan Rp 3,5 MiliarSEMARANG-Dana PSIS dari APBD Kota Semarang 2005 akan dibicarakan dalam rapat pembahasan anggaran Komisi D DPRD Kota Semarang, Jumat (14/1) besok, di ruang Komisi D. Dalam APBD 2005 itu, PSIS meminta dana sebesar Rp 3,5 miliar untuk mengikuti Kompetisi Liga Indonesia (KLI) XI. Manajer Tim Yoyok Sukawi berharap Komisi D menyetujui anggaran tersebut. ''Saya berharap dana sebesar itu tidak dikurangi. Sebab, kebutuhan PSIS untuk kompetisi mendatang cukup besar,'' katanya. Di KLI X saja, PSIS menghabiskan sekitar Rp 13 miliar. Padahal dari APBD Kota Semarang skuad Mahesa Jenar hanya mendapat Rp 6,75 miliar. Sisanya ditutup dari penjualan tiket pertandingan sebesar Rp 1,7 miliar, sponsor Rp 1,5 miliar, serta dana pribadi Yoyok Sukawi dan Ketua Umum PSIS Sukawi Sutarip. Lebih lanjut Yoyok menyatakan siap jika anggota dewan ingin mengetahui pembukuan PSIS di KLI X secara keseluruhan. Bahkan, pembukuan yang akan dilaporkan ke dewan tersebut sudah diaudit oleh akuntan publik. Karena itu, Yoyok berharap anggota dewan menerima laporan keuangan tersebut dan menyetujui anggaran PSIS untuk KLI XI. ''Saya berusaha transparan dalam mengelola keuangan. Tidak ada yang saya tutup-tutupi. Hal itu bisa dilihat anggota dewan dalam laporan keuangan PSIS di KLI X,'' ujar putra kedua Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip ini. Satu Musim Menurut Yoyok, dana dari APBD Semarang sebesar Rp 3,5 miliar itu sangat minim. Meski demikian, hal itu cukup menolong untuk persiapan PSIS menghadapi KLI XI. Paling tidak, dana sebesar itu bisa dipakai untuk mengontrak dan menggaji pemain pada masa persiapan. Sedangkan untuk menjalani pertandingan hingga akhir kompetisi, jumlah sebesar itu dipastikan tidak cukup. Karena itu, dalam perubahan anggaran APBD nanti, rencananya Yoyok akan kembali mengajukan Rp 3,5 miliar. ''Dana sebesar itu tentu saja masih kurang untuk satu musim kompetisi. Kami berharap di kompetisi nanti bisa mendapatkan dana dari APBD seperti tahun lalu,'' tuturnya. Sementara itu, dalam latihan pagi kemarin pelatih Bambang Nurdiansyah terus menggenjot fisik pemain. Hal itu untuk meningkatkan kekuatan otot kaki dan daya tahan tubuh. Para pemain melakukan loncatan-loncatan melewati halang rintang yang diselingi dengan permainan bola. Namun, dalam latihan tersebut Indriyanto Nugroho tidak bisa mengikutinya. Sebab, pemain asal Solo itu mengalami cedera ringan pada otot paha kanannya. (H13-22) |