logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 13 Januari 2005 NASIONAL
Line

Haji Gratis bagi Keluarga Korban Jamarat Mina

BOYOLALI- Sebanyak 21 keluarga jamaah haji asal Jateng yang meninggal dunia saat melempar jumrah di Jamarat Mina pada musim haji tahun lalu diundang Pemerintah Arab Saudi untuk menjalankan ibadah haji tahun ini. Ke-21 orang dari tujuh korban kala itu bergabung dengan kloter terakhir Embarkasi Adi Sumarmo Solo, kloter 56.

Kabid Penerimaan dan Pemberangkatan Jamaah PPIH (Panitia Pemberangkatan Ibadah Haji) Embarkasi Adi Sumarmo Drs H Bukhori Muslim menjelaskan, ke-21 orang tersebut akan diberangkatkan Sabtu (15/1) lusa, dengan menumpang pesawat yang dipergunakan kloter 56.

Sesuai dengan jadwal, kloter 56 yang membawa 131 calon haji akan diberangkatkan dari Embarkasi Adi Sumarmo Sabtu (15/1) pukul 01.00. Pesawat airbus yang berkapasitas 400 orang tersebut transit terlebih dahulu di Embarkasi Halim Perdanakusuma untuk mengambil sejumlah penumpang, termasuk ke-21 keluarga korban Jamarat Mina tahun lalu.

''Kloter terakhir dari Solo itu merupakan kloter sapujagad, yakni untuk mengefisienkan penerbangan. Jadi, pesawat dari Solo akan transit dulu ke Jakarta untuk mengambil jamaah terakhir di sana. Jumlah totalnya kami tidak tahu persis, tapi termasuk juga ke-21 keluarga korban Jamarat Mina asal Jateng.''

Sebanyak 7 jamaah asal Jateng meninggal di Jamarat Mina pada tahun haji lalu, yaitu 3 haji asal Rembang (kloter 40) dan empat lainnya asal Brebes (kloter 48). Selain mendapatkan santunan, Pemerintah Arab Saudi juga mengundang keluarga korban beribadah haji.

Embarkasi Jakarta

Lantaran pengurusan administrasi seperti paspor dan visa dikoordinasi Departemen Agama, kata dia, keberangkatannya melalui Embarkasi Jakarta. ''Masing-masing keluarga korban mendapatkan undangan untuk tiga orang, semuanya dibiayai Pemerintah Arab Saudi. Sedangkan untuk santunan sudah diserahkan tidak lama setelah musibah itu.''

Sementara itu, kloter 56 di antaranya membawa 49 calon haji asal Kabupaten Kudus, 46 calon haji asal Kabupaten Magelang, dan sejumlah calon haji sebelumnya yang harus dimutasi. ''Kan ada beberapa calon haji dari kloter sebelumnya yang harus dimutasi, bisa jadi karena sakit atau mendampingi yang sakit, sehingga kemudian diterbangkan pada kloter terakhir.'' (G13-58t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA