| Kamis, 13 Januari 2005 | NASIONAL |
Penemuan Mayat di Jati Raya (2-Habis)
SUASANA rumah di Jl Jati Raya B 16 kavling 795 Plamongan Indah Semarang terlihat lengang. Pita kuning polisi terpasang dipagar rumah tipe 70. Meski pintu tertutup rapat, jendela sengaja dibiarkan terbuka agar udara dan bau busuk di dalam rumah bisa hilang. Beberapa tetangga tidak banyak berseliweran, sebagaimana di perkampungan. Sebab perumahan tersebut termasuk di kawasan elite. Hanya beberapa pengendara sepeda motor dan mobil menyempatkan diri menengok untuk sekedar ingin tahu lokasi tempat terbunuhnya Sugiyono, sopir rental mobil milik Surabaya taksi yang berpusat di Telaga Bodas. Seorang penjual air mineral yang berada di samping rumah bercerita kepada beberapa pembeli. Sementara para pembeli serius mendengarkan cerita Udin, penjual air mineral asal Demak itu. Sebelumnya dia tidak menyadari bahwa rumah di samping tempatnya berjualan terdapat mayat, karena tidak tercium bau mencurigakan. Dia mengaku tidak kenal dengan korban meski berjualan di samping lokasi kejadian. Warga lain juga tidak kenal dengannya. Dia kaget karena dikira mayat pemilik atau keluarga pemilik rumah, apalagi antara korban dan pemilik rumah tidak ada hubungan famili. Ketua RT II RW 8 Nuryani (41) mengatakan, dirinya mendatangi rumah milik Ir Ari Murtejo sekadar diminta sebagai saksi dalam rangka penyerahan surat-surat identitas pengontrak rumah kepada adik Ari Murtejo, yakni Harto. ''Saya sekadar menyaksikan saja, jadi tidak tahu kalau di dalam ada mayat,'' katanya. Sebenarnya malam itu dia juga akan minta identitas pengontrak sekaligus menyaksikan pembayaran kontrak rumah dari orang yang diduga sebagai pembunuh. Uang kontrak Rp 15 juta selama dua tahun, pengontrak baru menyerahkan uang muka Rp 500 ribu. Kekurangan Rp 14,5 juta akan diserahkan Selasa (11/1). Tetapi ternyata ketika pemilik rumah dan Ketua RT mau menagih kekurangan uang, sekitar pukul 19.00, mendapati mayat di dalamnya. Sebelumnya mereka sempat mengetuk pintu beberapa kali, tapi tidak ada jawaban. Keduanya sempat curiga karena dari dalam rumah tercium bau busuk. Selanjutnya dari jendela bermunculan sejumlah lalat. Setelah dicek di dalam ada mayat. Kejadian itu dilaporkan polisi. Kapolres AKBP Drs Johartana Msi mengimbau warga di wilayah hukumnya agar waspada bila hendak mengontrakkan rumah. Jangan sampai lengah sehingga rumah dijadikan salah satu tempat untuk berbuat kejahatan. Sebaiknya pemilik rumah segera mencatat atau meminta identitas calon pengontrak, apabila sudah ada kesepakatan. Kejadian itu jangan terulang lagi. Sudah menerima uang muka tapi belum tahu identitas pengontrak. (Karyadi-83) |