| Kamis, 13 Januari 2005 | NASIONAL |
Penghargaan "Person of the Year" untuk KapoldaTerpilih Justru karena Berani Tak Populer"PENGHARGAAN ini bukan prestasi Chaerul Rasjid semata, melainkan prestasi semua staf dan anggota saya." Ucapan itu disampaikan Kapolda Irjen Pol Chaerul Rasjid seusai menerima penghargaan "Person of the Year 2004" versi koran sore Wawasan di Rama Shinta Ballroom Hotel Patra Semarang, semalam. Penghargaan itu diserahkan Direktur PT Suara Merdeka Group Kukrit Suryo Wicaksono MBA didampingi Pemimpin Redaksi Wawasan Ir Sriyanto Saputro MM. Ya, kendati terpilih setelah menyisihkan 25 kandidat lain dari berbagai kalangan, pria asal Banten itu tak lantas besar kepala. Menurut dia, andil paling banyak atas pencapaian prestasi itu justru berada di tangan para anak buahnya yang bekerja keras di lapangan. Rasjid dinobatkan menjadi tokoh tahun ini menyisihkan para kandidat lain, mulai dari praktisi, akademisi, aktivis LSM, birokrat, pengusaha, tokoh olahraga, anggota Dewan, dan tokoh masyarakat, termasuk seniman dan budayawan. "Akan saya catat penghargaan ini dengan tinta emas dalam lubuk hati yang paling dalam," tandasnya. Irjen Pol Chaerul Rasjid terpilih sebagai tokoh paling populer sepanjang 2004 karena dinilai berhasil menghentikan peredaran toto gelap (togel). Prestasi Kapolda itu juga dinilai berdampak luas bagi masyarakat. Penjaringan calon tokoh tahun ini dimulai sejak awal Desember 2004. Ketua Tim Seleksi Wawasan Hery Suyanto mengungkapkan, dari penjaringan awal diperoleh 26 kandidat, antara lain dosen Undip yang juga aktivis LSM Novel Ali, dalang setan asal Karangpandan Ki Manteb Sudharsono, tokoh perempuan Agnes Widanti, seniman Sutanto Mendut, hingga penulis asal Magelang Dorothea Rosa Herliany. Para kandidat itu kemudian "diperas" menjadi lima nama, yakni Chaerul Rasjid (Kapolda), Chrisjon (juara dunia tinju), Didi Kempot (penyanyi campursari), Irwan Hidayat (Dirut PT Sido Muncul), dan Taat Pribadi (binaragawan yang baru saja memenangi Musclemania). "Kriteria yang dinilai antara lain memiliki popularitas tinggi, prestasi kinerja berdampak luas bagi masyarakat, mampu memberikan inspirasi terhadap masyarakat, serta bersih dan tidak tercela. Kiprah para nominator dinilai berdasarkan pemberitaan selama satu tahun di koran sore Wawasan," ungkap Hery. Menurut Pemred Wawasan Ir Sriyanto Saputro MM, pemilihan "Person of the Year" merupakan hal baru bagi Wawasan dan akan dilakukan setiap tahun. Rencananya ke depan penghargaan serupa akan diberikan kepada orang-orang yang dinilai berjasa bagi Jawa Tengah, baik dari kalangan seniman, pengusaha, akademisi, birokrat, atau yang lain. Tidak Populer Semenjak gencar menutup judi togel, Rasjid mengaku siap tidak populer. Bahkan, Kapolda menginspeksi langsung para anak buahnya untuk mengetahui polisi yang menerima "upeti" dari para bos togel. Dalam wawancara seusai penyerahan penghargaan semalam, dia juga kembali menegaskan pernyataannya itu. "Saya memang siap untuk tidak populer dengan mengambil keputusan menutup togel. Niat saya jelas, membebaskan rakyat Jateng dari penyakit-penyakit masyarakat," kata dia. Sampai sekarang, Rasjid mengakui masih ada saja yang sinis atas gerakan penutupan judi togel yang dilakukan Polda Jateng. Banyak yang meragukan kemungkinan kebijakan itu bertahan. Termasuk meragukan kemungkinan kebijakan itu bisa dilakukan. "Banyak yang bilang, tidak mungkin togel bisa ditutup. Tapi bagi saya, semua itu mungkin. Selama nawaitu-nya baik, insya Allah akan berhasil." Ya, Chaerul Rasjid memang sosok yang teguh pendirian. Dia terus menjalankan kebijakan yang sesuai dengan keyakinannya, kendati banyak yang meragukan. Dia bergeming di jalan lurus yang dipilihnya. (Achiar M Permana-58t) |