| Kamis, 13 Januari 2005 | NASIONAL |
Totok : Seharian Saya Bicara dengan Masyarakat DesaTEMANGGUNG- Bersamaan dengan aksi unjuk rasa, Bupati Temanggung Totok Ary Prabowo mengaku, kemarin (Rabu 12/1) berada di desa-desa. Dia berbicara kepada masyarakat pedesaan tentang berbagai hal, termasuk program-program pembangunan yang telah dan akan dilaksanakan. Pengakuan itu disampaikan Totok kepada Suara Merdeka melalui telepon seluler sekitar pukul 14.00. Dia tidak menjelaskan bersama siapa saat melakukan kunjungan itu. ''Saat ini (kemarin, sekitar pukul 14.00-Red) saya masih di desa. Sejak pagi ada beberapa desa yang saya datangi, seperti Kecamatan Kedu, Wonoboyo, dan sebagainya,'' kata Bupati. Selama berada di beberapa desa, lanjut Bupati, dirinya berbicara langsung kepada warga masyarakat tentang berbagai hal. Misalnya, program pembangunan yang telah dilaksanakan dan rencana kegiatan pada masa datang. ''Saya mendapatkan banyak masukan dari mereka tentang pembangunan di desa masing-masing, termasuk kesulitannya. Mereka masih berharap meneruskan berbagai program, seperti rumah sehat sederhana (rumsena), program kesehatan gratis, pendidikan, dan lain-lain,'' jelasnya. Berpegang Aturan Soal unjuk rasa yang menuntut dirinya mundur, Bupati mengemukakan akan mencermati dan menyikapi hal itu. Namun, dia menyatakan akan tetap berpegang pada aturan serta mekanisme yang tengah berjalan. ''Saya tidak akan berbicara soal bagaimana sikap atas tuntutan tersebut. Namun saya akan berpegang pada aturan yang berlaku serta mekanisme yang sedang berjalan.'' Menurut Bupati, unjuk rasa yang digelar kemarin merupakan hak. Meski demikian, dia menilai hal itu belum menunjukkan bentuk demokrasi, melainkan pemaksaan kehendak untuk menurunkannya. ''Sebab, tidak semua masyarakat berada di dalamnya. Buktinya dari perjalanan saya sehari ini, tidak satu pun warga yang berbicara agar saya mundur. Ini juga pendapat yang harus dihargai,'' ujarnya. Karena itu, dia berharap semua pihak menyikapi permasalahan itu secara bijak sehingga tidak terjebak pada hal-hal yang akan merugikan masyarakat. ''Itu saja yang bisa saya sampaikan.'' (nt, p60, yon-69i) |