logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 13 Januari 2005 INTERNASIONAL
Line

Pabrik Petasan Meledak, 25 Tewas

BEIJING - Ledakan di sebuah pabrik petasan di China utara, Selasa sore, menewaskan 25 orang dan melukai sembilan lainnya. Sebagian besar korban adalah anak-anak perempuan.

Ledakan serupa di provinsi lain, pada sore yang sama, menewaskan seorang pria, lapor kantor berita resmi Xinhua, Rabu kemarin.

Kedua kecelakaan itu merupakan insiden terakhir dalam industri kerajinan rumah tangga di China, yang punya standar keselamatan kerja sangat buruk. Industri seperti itu sering mengalami kecelakaan maut.

Petasan digunakan di seluruh China untuk merayakan hari raya keagamaan, pernikahan, dan acara-acara meriah lain. Dan tak ada perayaan yang lebih meriah daripada kegiatan menyambut Tahun Baru China, yang tahun ini jatuh pada 9 Februari.

Kantor berita tersebut sebelumnya melaporkan di daerah Xiangfen, Provinsi Shanxi, sekitar 300 kilometer di baratdaya Beijing, menewaskan 12 orang dan melukai 11 lainnya.

Sebagian besar korban adalah anak-anak perempuan yang menjadi buruh pabrik petasan. Pemilik pabrik melarikan diri, lapor Xinhua. Penyebab ledakan itu masih diselidiki.

Kebakaran di Australia

Sementara itu, para petugas pemadam Australia kemarin berhasil memadamkan kebakaran semak belukar paling mematikan di negeri itu dalam 20 tahun terakhir.

Sembilan orang tewas dan 15 dinyatakan hilang. Sejumlah besar daerah di Australia selatan bersiaga mengantisipasi kobaran api, setelah kebakaran belukar merebak di seluruh Semenanjung Eyre, sekitar 250 kilometer barat Adelaide, ibu kota Negara Bagian South Australia (Australia Selatan).

Dinas Pemadam Kebakaran mengatakan kebakaran di Semenanjung Eyre, yang dimulai Senin lalu, telah dapat diatasi kemarin pagi. Kepolisian mengatakan, jasad seorang wanita ditemukan di sebuah rumah di dusun kecil North Shields yang berada di tepi laut.

Delapan korban lain dipastikan tewas, Selasa lalu. Kedelapan korban berada dalam mobil, ketika mereka coba lari dari amukan si jago merah. Api menjalar dengan cepat karena angin bertiup kencang dan cuaca panas.

Komisaris Polisi Mal Hyde menyatakan, kebakaran hutan tersebut termasuk dalam kategori ''keadaan darurat utama''. Itu berarti, bantuan darurat dan pemulihan harus dilakukan dalam 48 jam.

Api membakar wilayah seluas 100.000 hektare, termasuk daerah penggembalaan. Kerugian properti sangat besar, dan perkiraan kerugian binatang ternak mencapai 10.000 ekor.

Kebakaran hutan merupakan ancaman laten bagi kawasan semak Australia selama musim panas yang menyengat.(rtr-ben-30)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA