logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 09 Januari 2005 OLAHRAGA
Line

Khusnul Tak Peduli Nilai Kontrak Turun

KEGEMBIRAAN dan rasa bersyukur tidak dapat disembunyikan Khusnul Yaqien saat Manajer Tim PSIS Yoyok Sukawi menelepon dan memintanya kembali memperkuat skuad Mahesa Jenar di Kompetisi Liga Indonesia (KLI) XI nanti. Padahal, Rabu (5/1) malam itu, dia sudah mempersiapkan pakaian untuk berangkat ke Gresik memenuhi panggilan Petrokimia Putra pada Kamis (6/1) paginya.

"Alhamdulillah, saya kembali memperkuat PSIS," katanya singkat ketika ditemui Suara Merdeka di mes pemain Jl Semeru seusai latihan, Kamis lalu.

Kekhawatiran bakal tidak memperkuat PSIS di KLI XI memang sempat menghinggapi diri pemain kelahiran Brebes 4 Juni 1980 itu. Sebab, dia tidak termasuk pemain PSIS lama yang dipanggil manajemen untuk mengikuti latihan perdana pada 3 Januari lalu. Saat itu, manajemen tim memang sedang mempertimbangkan dirinya.

Meski keputusan manajemen tim masih mengambang, namun Khusnul tidak berani melangkah untuk melamar ke tim-tim lain. Sebab, dia masih berharap bisa membela PSIS di KLI XI. Karena itu, suami dari Diana Ariyani itu tetap sabar dan setia menunggu panggilan dari manajer tim walau dengan hati yang tidak menentu.

Kesabaran tersebut akhirnya membuahkan hasil. Keinginannya untuk kembali membela PSIS bisa terwujud.

Terkabul

"Saya tidak bisa meninggalkan Semarang dan PSIS. Sebab, hati dan jiwa saya sudah menyatu dengan PSIS. Karena itu, walau lama menunggu, saya tetap berharap bisa membela PSIS lagi. Ternyata doa saya terkabul," ungkap putra pertama dari tiga bersaudara pasangan Royani Daan dan Mahrofatun itu.

Hati dan jiwa Khusnul Yaqien memang tidak bisa lepas dari persepakbolaan Semarang. Sejak usia 18 tahun, dia sudah membela tim yunio kota ini. Wajar, jika dia tidak bisa lagi dipisahkan dari PSIS hingga sekarang.

"Kontrak saya di sini memang menurun. Namun, itu bukan masalah. Yang penting, saya bisa kembali lagi memperkuat tim ini. Saya telanjur setia," tutur mantan pemain Undip itu.

Tentu saja, di skuad asuhan Bambang Nurdiansyah nanti bayang-bayang sebagai pemain cadangan selalu ada. Sebab, persaingan di lini depan tetap ketat. Indriyanto Nugroho masih belum tergeserkan sebagai pemain inti. Selain itu, beberapa pemain magang seperti Yohanis Sambelo, Reza dan Rudi juga mempunyai potensi yang besar untuk jadi striker handal. Belum lagi hadirnya striker asing yang masih diburu manajemen.

"Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan kemampuan. Soal apakah nanti dipakai sebagai pemain inti atau cadangan, terserah pelatih. Saya tidak masalah," ujar pria yang sebentar lagi akan menjadi ayah itu. (Budi Winarto-22)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA